Pantau Flash
Maluku Tenggara Barat Diguncang Gempa Magnitudo 6,7
Presiden Jokowi: Draf RUU Ibu Kota Baru Disampaikan ke DPR Setelah Reses
Erick Thohir Minta BUMN dan Swasta Bersaing Bangun Indonesia
Sri Mulyani: Diskon Harga Tiket Pesawat Bisa Mencapai 50 Persen
Komisi I DPR Setuju Pemerintah Terima Hibah Alutsista dari Amerika Serikat

Ternyata Lahirnya Kartu Merah-Kuning Sepakbola Terinspirasi Traffic Lights

Ternyata Lahirnya Kartu Merah-Kuning Sepakbola Terinspirasi Traffic Lights Cristiano Ronaldo Saat Dapat Kartu Merah dari Wasit (Foto: Reuters)

Pantau.com - Pencinta sepakbola tentu sudah tidak asing lagi dengan kartu merah dan kuning yang biasanya digunakanuntuk memberi hukuman kepada pemain yang melanggar peraturan sepakbola saat bermain.

Namun apakah kamu pernah berfikir dan bertanya tanya tentang asal muasal kartu merah dan kuning di pertandingan sepakbola itu terispirasi dari mana.

Siapa yang sangka ternyata kartu merah dan kuning yang saat ini digunakan disetiap pertandingan sepak bola itu tersinsiprasi dari warna lampu lalu lintas, sehingga terciptalah kartu merah dan kuning tersebut.

Asal usulnya seperti dilansir dari FIFA, ternyara kartu merah dan kartu kuni ini baru muncul dan diperkenalkan pada Piala Dunia tahun 1970. Ide untuk membuat kartu ini berawal dari kejadian pada Piala Dunia tahun 1966.

Baca Juga: Frustasi hingga Amarah, 5 Pemain Top Ini Menyerah untuk Membela Timnas

Jadi bagaimana awal mula cerita kartu merah dan kuning ini tercipta yakni sebagai berikut:

1. Adanya Perbedaan Bahasa

Kartu ini tercipta dari ide seorang wasit asal Inggris bernama Ken Aston. Hal itu terjadi saat pertandingan dan saat itu ia kebingungan menjelaskan dan memberikan hukuman kepada pemain karena melanggar peraturan. Dan ia menjelaskan menggunakan bahasannya sedangkan pemain asal Argentina tak paham akan bahasa yang ia gunakan sehingga tercipta rencana tersebut.

Pada saat itu sedang terjadi pertandingan perempat final antara tuan rumah Inggris dan Argentina. Wasit yang memimpin pertandingan itu berasal dari Jerman, yakni Rudolf Kreitlein. Saat itu terjadi pelanggaran keras yang dilakukan oleh kapten Argentina, Antonio Rattin. Saat itu Kreitlein mengeluarkan Rattin dari pertandingan. Namun dia mengatakannya dengan bahasa Jerman yang tidak dimengerti oleh Rattin. Oleh sebab itu, kapten Argentina tersebut tak segera meninggalkan lapangan.

Ken Aston, wasit asal Inggris yang juga wasit dalam pertandingan tersebut kemudian masuk lapangan dan menerangkan kepada Rattin dengan sedikit bahasa Spanyol. Karena kasus ini, Ken Aston kemudian berpikir harus ada komunikasi universal yang bisa langsung diketahui semua orang ketika wasit memberi peringatan kepada pemain atau mengeluarkannya dari lapangan. Dengan demikian, wasit tak perlu harus membuat penjelasan dengan bahasa yang mungkin tak diketahui pemain.

Baca Juga: Beri Kekalahan Perdana untuk Tira-Persikabo, Teco Angkat Bicara

2. Lampu Lalu Lintas

Seusai pertandingan tersebut, Aston kembali ke rumahnya. Di tengah perjalanan ia terinspirasi dengan warna yang dihasilkan dari lampu pengatur lalu lintas.

Hijau, kuning, dan merah yang ada di lampu tersebut, maknanya dipahami oleh semua orang bahkan dari berbagai bahasa. Warna lampu tersebut dapat menyampaikan pesan kepada pengguna jalan untuk berhenti, bersiap, atau jalan, tanpa menggunakan instruksi verbal. Dari situlah Aston terpikir untuk membuat dua buah kartu sebagai penanda hukuman kepada pemain, dengan menggunakan warna kuning dan merah.

Kuning pada lampu lalu lintas dipahami sebagai tanda peringatan, kendaraan diminta untuk berjalan pelan, dan bersiap-siap untuk berhenti. Di lapangan hijau, warna ini diasosiasikan sebagai tanda bagi pemain untuk berhati-hati dengan permainannya.

Sementara warna merah yang diartikan sebagai instruksi berhenti bagi kendaraan, kurang lebih memiliki makna yang sama di lapangan bola. Pemain yang mendapatkan acungan kartu merah dari wasit berarti harus keluar dari lapangan. Kartu temuan Aston ini berhasil dimengerti oleh pemain-pemain bola yang berasal dari berbagai dunia dengan penggunaan bahasa yang berbeda, karena maknanya yang sudah dipahami secara universal.

Ide itu diterima FIFA pada Piala Dunia 1970, kartu kuning dan merah kali pertama digunakan. Namun, sepanjang Piala Dunia 1970 tak satu pun pemain yang terkena kartu merah. Hanya kartu kuning yang sempat dilayangkan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Dari berbagai sumber
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - WIL
Category
Olahraga