Pantau Flash
Polisi Siapkan Skenario One Way-Contraflow Antisipasi Libur Panjang
Total Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Mencapai 392.934 per 26 Oktober
Presiden Jokowi Minta Pengadaan Vaksin COVID-19 Tidak Tergesa-gesa
Ada Rencana Aksi Demo saat Libur Panjang 28-30 Oktober 2020
BPPTKG: Waktu Erupsi Gunung Merapi Semakin Dekat

Terungkap! Tinggalkan Ducati adalah Penyesalan Terbesar Andrea Iannone

Terungkap! Tinggalkan Ducati adalah Penyesalan Terbesar Andrea Iannone Andrea Iannone ketika bersama Suzuki. (Foto: Dok. Suzuki)

Pantau.com - Pembalap Aprilia Gresini, Andrea Iannone, memiliki satu penyesalan terbesar dalam perjalanan karirnya sebagai rider profesional. Keputusan meninggalkan Ducati adalah jawabannya.

“Apakah Anda ingin tahu bahwa saya punya penyesalan? Ya, saya bisa memberi jawaban berbeda kepada sebuah panggilan telepon yang saya terima. Saya harusnya berkata 'ya' ketimbang 'tidak'. Tapi itu adalah bagian dari perjalanan saya,” ucap Iannone, seperti dikutip dari GPOne, Jumat (20/9/2019).

Untuk diketahui, Iannone sempat menjadi bagian dalam Tim Ducati selama empat musim. Kiprah Iannone selama memperkuat Tim Ducati sendiri bisa dibilang tak terlalu buruk.

Baca juga: Raih Podium Pertama Bersama Suzuki, Ini Kata Iannone

Total, Iannone berhasil mengklaim delapan podium selama empat musim membela tim asal Italia tersebut. Namun, hubungan antara Iannone dan manajemen Ducati sempat memanas di pengujung musim 2016.

Situasi itu akhirnya membuat Iannone memutuskan untuk hengkang dari Tim Ducati dan memilih bergabung bersama Tim Suzuki Ecstar. Namun perjalanan karir Iannone bersama Suzuki nyatanya tak terlalu menjanjikan. Iannone hanya menghabiskan dua tahun bersama Suzuki. Ia tergeser dengan perkembangan yang dilakukan Alex Rins. Kini bersama Tim Aprilia, Iannone juga tak terlalu menonjol dan belum pernah berhasil meraih podium.

“Saya kini lebih realistis, lebih sabar dan tak lagi kelewat instingtif. Jelas, dengan pengalaman, saya pasti bisa berkata 'ya' sekarang, dan sungguh berat untuk mengakuinya, karena saya kelewat bangga. Tapi ada kalanya Anda melakukan kesalahan dan harus membayarnya. Kini saya harus beranjak,” tutupnya.

Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta

Berita Terkait: