Pantau Flash
BI: Aliran Modal Asing Selama Wabah COVID-19 Capai Rp167,9 Triliun
Kemenag RI Pastikan Arab Saudi Tak Batalkan Haji 2020
COVID-19 Indonesia 1 April: 1.677 Positif, 103 Sembuh, dan 157 Meninggal
Kapolri Segera Terbitkan TR SOP Penanganan Penyebaran COVID-19
Tottenham Potong Gaji Karyawaran Sebesar 20 Persen

Tidak Punya Target Khusus, Jojo Pilih Fokus Setiap Pertandingan

Tidak Punya Target Khusus, Jojo Pilih Fokus Setiap Pertandingan Jonatan Christie. (Foto: Dok. PBSI)

Pantau.com - Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengaku tidak ingin terbeban dengan target khusus di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 yang berlangsung di St. Jakobshalle Basel, Swiss pada 19-25 Agustus 2019.

Pebulutangkis unggulan keempat ini ingin fokus menatap pertandingan satu demi satu. Namun Jojo -sapaan Jonatan- tidak menampik keinginannya untuk bisa merebut gelar juara dunia. Meski dia mengakui tidak akan mudah untuk mewujudkannya. 

"Puji Tuhan sekarang saya bisa menginjak top four. Di sini saya juga jadi seeded, saya rasa ini merupakan pertandingan terbesar dan saya menjadi seeded empat. Saya berharap ini jadi modal, membuat lawan takut atau nervous. Bukan malah menjadi boomerang buat saya. Gimana caranya saya harus fokus, mengetahui si A gimana cara mainnya, si B gimana cara mainnya. Jadi saya bisa menerapkan strategi yang tepat," kata Jojo.

Baca Juga: Menang Mudah, Ginting Tatap Babak Kedua Kejuaraan Dunia


Jonatan Christie. (Foto: Dok. PBSI)

"Saya rasa semua orang ingin menjadi juara dunia. Siapapun atlet pasti impiannya jadi juara dunia. Jadi nggak akan gampang juara di sini. Semua orang ingin juara, tapi kan realitanya saya harus fokus satu demi satu dulu. Besok nih saya lawan siapa, saya harus menerapkan strategi apa, lawan nggak enak kalau saya seperti apa, saya harus lebih fokus di situ," jelasnya. 

Jojo sendiri berhasil memastikan diri lolos ke babak kedua Kejuaraan Dunia 2019. Ia sukses mengalahkan wakil Inggris, Rajiv Ouseph dengan 21-15 dan 21-19 pada babak pertama yang berlangsung, Senin malam. 

Baca Juga: Tunggal Putra Ditargetkan Semifinal pada Kejuaraan Dunia 2019

"Terakhir lawan Rajiv itu di Denmark tahun 2017, saat itu saya kalah. Waktu itu sebenarnya sudah sempat leading, game pertama menang, game kedua leading tapi kalah, game ketiga juga leading tapi bisa kesusul. Dari situ saya berpikir supaya hal tersebut tidak terulang. Di game kedua saat dia mengejar sebisa mungkin saya terus menekan lawan. Saya bermain lebih menyerang. Ini juga yang harus jadi PR buat pertandingan besok, sudah leading tapi terus coba disusul lawan," ujar atlet kelahiran Jakarta tersebut.

"Rajiv pemain dengan serangan yang cukup baik. Karena jangkauan dan tinggi badannya mendukung buat dia main serang. Power dan tenaganya juga cukup besar," dia menambahkan. 

Selanjutnya Joo akan menghadapi Kwang Hee Heo (Korea) di babak dua. Namun ia memiliki rekor buruk dengan tidak pernah meraih kemenangan dalam tiga pertemuan sebelumnya dengan Heo. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: