Pantau Flash
Luis Suarez Sepakati Kontrak 2 Tahun Bersama Atletico Madrid
Pertamina EP Asset 3 Berhasil Tingkatkan Produksi Migas
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta Jadi Rujukan COVID-19
Wali Kota Bandung Minta Warga Waspadai Klaster Keluarga COVID-19
Kota Sukabumi Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat COVID-19

Tim F1 Monitor Kondisi Vietnam Terkait Virus Korona

Tim F1 Monitor Kondisi Vietnam Terkait Virus Korona Pebalap Red Bull David Coulthard mencoba sirkuit GP Vietnam saat pembukaannya pada 20 April 2019 di Sirkuit Hanoi, Vietnam. (REUTERS/KHAM)

Pantau.com - Bos McLaren Zak Brown mengatakan tim-tim Formula One (F1) tengah memonitor kondisi di Vietnam menyusul penundaan Grand Prix (GP) China akibat wabah virus korona. Dengan Vietnam yang berdekatan dengan China, tentunya ada kekhawatiran tersendiri dari tim-tim yang akan berlaga. 

Ajang F1 2020 akan melakukan seri pertama di Sirkuit Jalan Ibu Kota Hanoi, Vietnam pada 5 April mendatang. 

Baca juga: Upaya F1 Cari Solusi Selamatkan GP China

Namun Brown menegaskan tidak akan memaksa timnya untuk pergi ke Vietnam jika Vietnam terancam terpapar virus korona. 

"Vietnam belum ditingkatkan sebagai masalah potensial. Tetapi sudah jelas negara itu sangat dekat (ke China) sehingga kami akan memonitor situasi," kata pria asal Amerika itu kepada wartawan pada peluncuran mobil F1 McLaren untuk 2020.

"Kami tidak akan melakukan apa-apa yang membuat orang-orang kami berisiko dan saya tak yakin Formula Satu akan begitu."

Dua pejabat setempat berkata kepada Reuters Kamis bahwa Vietnam sudah mengkarantina 10.000 orang dekat Hanoi selama 20 hari karena kekhawatiran menyebar luasnya virus tersebut di sana.

Vietnam sudah mengumumkan darurat kesehatan akibat wabah itu pada 1 Februari dan melarang semua penerbangan ke dan dari China di mana 1.300 orang meninggal dunia gara-gara virus ini.

Baca juga: F1 GP China Terancam Batal Akibat Virus Korona

China tadinya menjadi penyelenggara putaran keempat Formula Satu musim ini namun balapan 19 April di Shanghai itu sudah dibatalkan Rabu lalu yang rencananya dijadwalkan kembali tahun ini sekalipun hal itu sulit dilakukan.

Jika Vietnam juga batal maka F1 menghadapi dua lubang besar di antara GP Bahrain pada 22 Maret dan GP Belanda pada 3 Mei.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: