Turunkan Muhammad Althaf di Partai Pertama, Febi: Tidak Ada Risiko

Muhammad Althaf Dhaifullah (Foto:pantau.com/Reza Saputra)Muhammad Althaf Dhaifullah (Foto:pantau.com/Reza Saputra)

Pantau.com – Indonesia akan menurunkan pemain debutan, Muhammad Althaf Dhaifullah pada partai perdana kontra Filipina di putaran pertama Grup II Zona Asia/Oceania Davis Cup 2018 di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (3/2/2018).


Memainkan Althaf sejatinya cukup berisiko. Pasalnya, ia merupakan pemain termuda yang baru berusia 17 tahun di dalam skuad Davis Cup Indonesia. Selain itu, ini pertama kalinya bagi Althaf untuk tampil membela Merah Putih di turnamen besar tersebut.


Baca Juga: Jadi Tumpuan Tim Davis Cup Indonesia, Ini Kata David Agung


Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi non playing captain, Febi Widhiyanto. Ia menegaskan tidak ada risiko yang ditimbulkan dengan menurunkan Althaf di partai pertama. “Sebagai tim tidak ada risiko. Karena bagi tim, siapapun yang akan menang tidak berpengaruh karena akan menjadi kemenangan tim, bukan individu,” jelas Febi saat ditemui di kawasan Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jumat (2/2/2018).

“Semua saya tanya siap. Kami harusa tentukan strategi seperti apa buat hari pertama dan kedua. Saya nilai tidak ada risiko, semua ada tujuan dan fans masing-masing,” imbuhnya.


Althaf yang merupakan debutan di ajang Davis Cup ini akan bertemu Alberto Lim yang notabene merupakan salah satu pemain berpengalaman Filipina. Meski begitu, Febi yakin Althaf adalah pilihan terbaik yang sudah didiskusikan sebelumnya.


“Kami lihat kondisi siapa yang siap, motivasi menang siapa, kami sudah evaluasi itu semua. Pelatih juga sudah pertimbangkan dan masukan. Kami sudah bicarakan formasi seperti ini yang ada dan kami cari terbaik,” tambah Febi. 

Sekadar informasi, Davis Cup merupakan salah satu turnamen tenis yang mengkhususkan pada kompetisi tingkat internasional. Kompetisi ini diadakan oleh International Tennis Federation (ITF). Hampir sama dengan Piala Dunia dalam permainan sepakbola.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta