Pantau Flash
1 Orang di Iran Meninggal Dunia Setiap 7 Menit karena COVID-19
Epidemiolog: Belum Ada Laporan Transportasi Publik Jadi Klaster COVID-19
Gedung Putih Pastikan Pilpres AS Tetap Digelar 3 November 2020
Ombudsman Soal Ganjil Genap: Waspadai Klaster Transportasi Publik
BPS: Inflasi Tahunan yang Terendah Sejak Mei 2000

Valentino Rossi di Antara Kehilangan Gairah dan Sesuka Hati

Valentino Rossi di Antara Kehilangan Gairah dan Sesuka Hati Valentino Rossi (Foto: Crash.net)

Pantau.com - Pengamat MotoGP, Nico Cereghini menilai bahwa selepas MotoGP 2019 Valentino Rossi mulai kehilangan hasrat atau sudah tak memiliki gairah untuk membalap lagi.

Sinar pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, mulai meredup pada MotoGP 2019. Dari pembalap yang bergelimang trofi, pembalap berjulukan The Doctor itu kini hanya menjadi rider biasa yang sulit meraih kemenangan.

Hal itu sudah bisa kita lihat sejak awal musim 2019. Jangankan bisa finis terdepan, ia pun hanya dua kali naik podium pada musim ini. Hasil itu sendiri adalah masa terburuknya sepanjang membela panji Yamaha..

Baca Juga: Vinales: Yamaha Masih Kalah di Trek Lurus

Dengan serangkaian hasil minor tersebut, tak heran jika isu pensiun seakan tak berhenti menerpa sang pembalap berusia 40 tahun tersebut.Namun Rossi sudah dipastikan masih akan membela Yamaha pada MotoGP 2020 bersama Maverick Vinales.

Namun, jika penampilannya tak kunjung membaik para penggemar MotoGP tampaknya harus bersiap-siap kehilangan salah satu pembalap terbaik sepanjang sejarah. Nico Cereghini, mantan pembalap yang kini menjadi pengamat, melihat bahwa hasil negatif yang dituai Rossi pada musim ini sedikit banyak mempengaruhi psikologis sang pembalap.

"Setelah menjalani musim seperti kemarin, saya kira hasrat membalapnya mulai hilang. Tapi, siapa tahu musim depan dia mengalami kemajuan," ujar Cereghini seperti dikutip dari Tuttomotoriweb, Jumat (29/11/2019).

Baca Juga: Agostini Soal Lorenzo: Saya Prihatin Seorang Juara Dunia Putuskan Pensiun

Cereghini lantas menegaskan bahwa sosok seperti Rossi bisa diberi kesempatan untuk terus membalap selama dia masih mau. "Yang jelas dia akan membalap hingga akhir musim 2020. Kalau soal isu gantung helm, bukannya sudah ada sejak 10 tahun terakhir?" tambahnya.

"Orang seperti dirinya bisa melakukan apapun yang dia mau. Setelah semua hal yang diberikannya kepada kita, dia berhak membalap sesuka hatinya," jelasnya.

Rossi sendiri bukannya tanpa usaha. Penunjukan kepala kru baru, Davide Munoz, setidaknya memperlihatkan bahwa The Doctor masih punya motivasi untuk tampil kompetitif. Tak hanya itu, pembalap asal Italia itu juga mulai mengalami kemajuan dengan motor YZR-M1 yang akan digunakannya pada musim depan kendati belum maksimal.

Tampaknya MotoGP 2020 akan benar-benar menjadi ajang pembuktian diri bagi The Doctor, apakah dirinya masih layak membalap di kelas utama.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - WIL

Berita Terkait: