Wow! Jokowi Minta Bantuan Jepang Terkait Asian Games 2018

Presiden Joko Widodo saat bersama Toshihiro Nikai .  (Foto: Puspa Perwitasari/ Antara)

Pantau.com Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo menerima
kedatanganan perwakilan Perdana Menteri Jepang, Toshihiro Nikai di Istana
Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/1). Dalam pertemuan tersebut,
Presiden ketujuh RI itu meminta bantuan kepada Jepang terkait Asian Games.


Sepertinya, permintaan Indonesia mendapat tanggapan positif
dari pihak Jepang. Negeri Matahari Terbit tersebut sepertinya akan ambil bagian
untuk pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut yang berlangsung mulai 18
Agustus 2018.


Namun, masih belum jelas bantuan seperti apa yang akan
diberikan oleh Jepang kepada Indonesia terkait Asian Games. “Artinya bisa
banyak hal. Bisa dalam arti private. karena ada perusahan besar Jepang yang
menang tender Asian Games. Itu kan bisa jadi bagian dukungan Jepang juga,”
Sekertaris Menpora, Gatot S Dewabroto kepada wartawan.


“Siapa tahu Jepang bisa membantu dalam sponsorship. Jadi
bantuan Jepang bisa dengan banyak cara. Tapi kalau bantuannya soal uang, masih
belum tahu,” imbuhnya.


Namun, Gatot menambahkan, ada sebuah wilayah di Jepang yang
mau memberikan bantuan berupa penyediaan sarana latihan untuk dua cabang
olahraga (cabor). Tapi, bantuan tersebut bukan bertujuan untuk Asian Games
2018, melainkan Olimpiade Tokyo 2020.


Dua cabor yang dimaksud adalah angkat besi dan bulutangkis.
Untuk Angkat Besi, Manajer PB PABBSI, Alamsyah dikabarkan sudah menyetui untuk
menerima tawaran dari Jepang tersebut. Namun, untuk bulutangkis masih belum
mengonfirmasi.



“Saya ditanyakan mengenai rencana Kemenpora mengenai
kota di Jepang yang menawarkan dua cabor untuk training camp. Dua cabor itu
adalah bulutangkis dan angkat besi tapi bukan untuk asian games, tapi
Olimpiade. Angkat besi sudah konfirm tapi bulutangkis masih pikir-pikir. Nanti
kami akan cari solusi jika bukutangkis tidak berminat kita cari cabor lain,”
pungkas Gatot.

Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta