Pantau Flash
Victoria Keluarkan Peringatan Berhati-hati Terhadap WNI Terkait Korona
Rupiah Melemah Akibat Dibayangi Dampak Virus Korona
Eks Pimpinan KPK Minta Jokowi Dihadirkan saat Uji Materil Revisi UU KPK
Nilai Kapitalisasi Apple Turun Rp466,1 Triliun Akibat Virus Korona
Arsul PPP Menduga Pasal 170 RUU Ciptaker Bukan Cuma Salah Ketik

Anak Bupati Rokan Hilir Resmi Ditetapkan Tersangka Kasus Penganiayaan

Anak Bupati Rokan Hilir Resmi Ditetapkan Tersangka Kasus Penganiayaan Garis polisi (Foto: Pantau.com/Adryan Novandia)

Pantau.com - Petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru menetapkan Ari Sumarna (AS), anak Bupati Rokan Hilir, Riau, sebagai tersangka terkait kasus penganiayaan hingga menyebabkan korban tak sadarkan diri dan mendapat perawatan di rumah sakit.

"AS saat ini ditahan," kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Awaluddin di Pekanbaru, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: Penyerang Wanita di JPO Halte Busway Olimo Jalani Pemeriksaan Jiwa

Awaluddin mengatakan, dalam perkara penganiayaan ini penyidik menetapkan tiga tersangka. Selain AS, polisi turut menetapkan dua rekannya yang bersama-sama melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban terluka sebagai tersangka. Kedua tersangka berinisial A dan B.

Hanya saja, dua inisial terakhir masih berstatus dalam daftar pencarian orang.

AS bersama dua rekannya sebelumnya terlibat penganiayaan berat hingga menyebabkan korban bernama Asep Feriyanto (37) tak sadarkan diri karena pukulan. Penganiayaan itu terjadi pada Kamis dini hari (13/2) di halaman parkir sebuah hotel di Jalan Soebrantas, Kota Pekanbaru.

AS alias Ari yang juga diketahui Ketua KNPI Kabupaten Rokan Hilir itu diperiksa penyidik polisi usai keluarga korban melapor ke Polsek Tampan karena mendapati dugaan penganiayaan yang terjadi. Kompol Awaluddin juga mengatakan Ari Sumarna yang juga berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) itu menganiaya Asep hingga babak belur karena terkait perempuan.

Baca juga: Gilang Tewas Mengenaskan Usai Dipukuli Rekan Sekamar di LP Banceuy

Ari disebut tidak terima melihat teman akrab perempuannya bersama Asep di sebuah hotel. Dia pun membawa dua rekannya dan langsung menghajar Asep hingga babak belur. Bagaimanapun juga tindakan penganiayaan adalah perbuatan melanggar hukum, sehingga polisi merespon kejadian tersebut setelah memeriksa sejumlah saksi.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: