Densus 88 Tidak akan Tolerir Jika Anggotanya Terlibat Pembunuhan Sopir GoCar di Depok

Headline
Ilustrasi petugas Densus 88 Antiteror Mabes Polri. (Foto: Antara/Ariesanto)Ilustrasi petugas Densus 88 Antiteror Mabes Polri. (Foto: Antara/Ariesanto)

Pantau – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri angkat bicara terkait salah satu anggotanya diduga sebagai pelaku pembunuhan sopir taksi online, Sony Rizal Taihitu (59), di Depok, Jawa Barat.

Pelaku yang diduga anggota polri anggota Densus 88 berinisial HS diduga terlibat baku hantam dengan sopir taksi online GoCar, Senin pagi (6/2/2023) di Perumahan Bukit Cengkeh I, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Densus 88 tak akan menoleransi pelanggaran yang dilakukan personel.

“Pada prinsipnya pimpinan Densus 88 AT tidak mentolerir pelanggaran hukum yang dilakukan oleh personel Densus 88,” kata Kabag Batuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa (7/1/2023).

Aswin tidak membeberkan lebih jauh soal dugaan pembunuhan yang dilakukan oknum berinisial HS tersebut. Ia menyerahkan kepada Polda Metro Jaya.

“Informasi lengkapnya terkait kasus tersebut silakan ke penyidik Polda Metro Jaya,” imbuh Aswin.

Sony Rizal ditemukan tewas saat mencari nafkah malah bersimbah darah. Pria tersebut ditemukan di sisi kanan luar mobil avanza berwarna merah.

“Pada prinsipnya kami baru mengetahui bahwa pelaku oknum kepolisian itu sendiri. Informasi yang kami dapatkan juga pelaku itu satu orang,” kata tim kuasa hukum keluarga korban, Jundri R Berutu, di Polda Metro Jaya, kepada wartawan Selasa (7/2/2023).

Dari informasi yang diperoleh pihak keluarga dari penyidik, kata Jundri, pelaku merupakan seorang oknum polisi.

“Informasinya pelaku masih aktif sebagai anggota yang disebutkan Densus 88, inisialnya HS,” tuturnya.

Laporan ditolak

Jundri mendampingi keluarga ke Polda Metro Jaya tadinya mau membuat laporan terkait pembunuhan suaminya itu. Akan tetapi, laporan mereka ditolak lantaran kasusnya sudah ditangani Polda Metro Jaya.

“Karena itu kita membuka laporan, tetapi SPKT tidak memperkenankan kami membuka laporan, dengan alasan bahwa sudah ditangani oleh unit Resmob,” imbuhnya.

Keluarga bersama pengacara kemudian menemui penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Berdasarkan informasi yang diterima oleh keluarga dan kuasa hukum korban, pelaku saat ini telah ditahan di Polda Metro Jaya.

“Yang disampaikan penyidik kepada kami bahwa penyidik sudah pelaku sudah melakukan pemeriksaan dan pelaku sudah ditahan,” katanya.

Wartawan telah menghubungi pihak kepolisian untuk mengonfirmasi soal penangkapan pelaku ini. Tetapi, hingga berita ini dimuat belum ada tanggapan dari Polda Metro Jaya.

Banyak Luka Sayatan di Tubuh Korban

Almarhum diduga menjadi korban perampokan atau pembunuhan. Hal itu diketahui dari banyaknya luka sayatan benda tajam di tubuhnya.

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni