Pantau Flash
6 Direktur Barcelona Mundur Imbas Konflik Internal
Gunung Merapi Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Mencapai 3.000 Meter
Kasus Positif Korona Jakarta Capai 1.719: 155 Meninggal dan 82 Sembuh
Derby della Madoninna Pindah ke Lapangan Virtual
Bamsoet Minta Masyarakat Kerja Sama dengan Pemerintah Guna Atasi Korona

Gara-gara Korona, Persidangan di Bandung pun Terpaksa Dilakukan Online

Gara-gara Korona, Persidangan di Bandung pun Terpaksa Dilakukan Online Seorang terdakwa menjalani persidangan berbasis konferensi video di Rutan Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Kamis (26/3/2020). (Foto: Rutan Bandung)

Pantau.com - Salah seorang terdakwa harus menjalani persidangannya lewat konferensi video online di aula Rumah Tahanan (Rutan) Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung.

Dalam persidangan di aula rutan tersebut hadir jaksa, terdakwa dan penasehat hukum, sedangkan majelis hakim tetap berada di Pengadilan Negeri Bandung.

"Hari ini kami mulai menggelar persidangan lewat video conference antara jaksa, terdakwa, penasehat hukum dengan hakim," kata Kepala Rutan Bandung Rico Stiven, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Pemerintah: Tak Semua Pembawa Virus Korona Tampak seperti Orang Sakit

Dia mengatakan sidang online itu dilakukan sesuai dengan surat edaran Menteri Hukum dan HAM (Menkumham). Surat edaran itu, kata dia, berisi tentang imbauan pembatasan kontak sosial dalam rangka mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

"Rutan menyiapkan sarana dan prasarananya untuk sidang online. Jadi, jaksa, terdakwa, pengacara di rutan dan hakimnya tetap di pengadilan, sehingga tahanan kami tetap tidak keluar untuk meminimalisir kerumunan di luar," kata Rico.

Pada hari ini, kata dia, rencananya ada 68 tahanan yang bakal menjalani persidangan, sebagian online.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Jawa Barat Abdul Aris mengatakan sejumlah rutan yang berada di Jawa Barat juga bakal menerapkan hal serupa sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19.

Baca juga: Cek Fakta Seruan Gubernur DKI untuk Menghentikan Hubungan Suami Istri

Dia menjelaskan langkah tersebut dipilih karena persidangan pidana umum tidak bisa ditunda akibat COVID-19. Pasalnya penundaan persidangan dapat berbenturan dengan batas waktu penahanan dan mengganggu kepastian hukum sehingga sidang online itu dipilih agar proses persidangan tetap terus berjalan dengan meminimalisir resiko penularan virus.

"Ditunda tidak bisa karena terbentur batas penahanan. Jadi paling memungkinkan ya via video conference supaya tetap terlaksana," kata dia.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: