Pantau Flash
YLKI: Rencana Pembukaan Mal 5 Juni Terlalu Gegabah
Kementan: Asuransi Tani Capai Luasan 333,5 Ribu Hektare
Ada 415 Kasus Baru, Total 23.165 Positif COVID-19 di Indonesia
Sang Adik Positif Korona, Via Vallen: Jangan Kucilkan Mereka
Protokol New Normal di Tempat Kerja: Pekerja Tidak Boleh Terlalu Lelah

Garut Zona Biru COVID-19, MUI Persilahkan Warga Salat Id Berjamaah

Garut Zona Biru COVID-19, MUI Persilahkan Warga Salat Id Berjamaah Umat Islam melaksanakan salat Jumat di masjid Agung Al Markazul Islamic Center Lhokseumawe, Aceh, Jumat (3/4/2020). (Foto: Antara/Rahmad)

Pantau.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut menyampaikan masyarakat bisa melaksanakan salat Idul Fitri 1441 Hijriah di kampung sendiri dengan tetap menerapkan prosedur menjaga kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19.

"Bisa dilaksanakan di setiap kampung, protokol kesehatannya juga harus diperhatikan panitia," kata Ketua MUI Garut K.H. Sirodjul Munir di Garut, Sabtu (23/5/2020).

Ia menuturkan, Kabupaten Garut masuk zona biru yang dinilai angka kasusnya aman sehingga umat Muslim setempat bisa melaksanakan salat Id berjamaah di daerahnya.

Baca juga: Kemenag Gelar Takbiran Virtual Nasional di Istiqlal, Jokowi Bakal Ikut

Meski diperbolehkan salat Id di luar rumah, kata dia, masyarakat tidak mengabaikan aturan yang dianjurkan pemerintah, yakni menjaga jarak dan selalu menggunakan masker. "Silakan salat Id karena Garut masuknya zona biru, tapi tetap harus memerhatikan social dan physical distancing; (jaga jarak sosial dan fisik)," katanya.

Ia menyampaikan usai salat Id masyarakat tidak melakukan jabat tangan untuk saling meminta maaf atau bersentuhan untuk menghindari penularan virus corona jenis baru. "Segala protokol kesehatannya harus diperhatikan panitia," katanya.

Ketua RW19, Desa Godog, Kecamatan Karangpawitan, Ridwan Mustofa, mengatakan pihaknya berdasarkan kesepakatan semua warga akan melaksanakan salat Id di lapangan terbuka.

Namun, kata dia, pelaksanaan tahun ini ada perbedaan, yakni dibagi dua tempat dalam satu kompleks perumahan untuk menghindari banyaknya massa berkumpul dalam satu tempat.

Baca juga: Imam Besar Istiqlal: Insya Allah Besok Kita akan Melaksanakan Salat Id

"Kami tetap melaksanakan salat Id dengan membagi dua yaitu di lapangan atas dan bawah, pelaksanaan dua tempat ini agar tidak terlalu banyak orang berkumpul," katanya.

Ia menambahkan jamaah juga telah diberitahukan untuk tidak berjabat tangan usai Shalat Id sehingga tidak ada kontak fisik yang khawatir terjadi penularan virus.

"Nanti setiap orang yang mau salat Id harus memakai masker, panitia juga siapkan hand sanitizer (cairan pembersih tangan) bagi jamaah," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: