Gegara Pinjol, Pria di Jaktim Tega Rampok Minimarket dan Siram Bensin ke Kasir

Headline
Ilustrasi penangkapan tersangka (Foto: Ilustrasi/Freepik)Ilustrasi penangkapan tersangka (Foto: Ilustrasi/Freepik)

Pantau – Seorang pria di Jatinegara, Jakarta Timur melakukan aksinya dengan merampok di salah satu minimarket. Perampokan tersebut dilakukan dengan menyiramkan bensin kepada kasir dan ancam akan membakarnya jika tak memberikan uang.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Leonardus Harapantija Simarmata, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (13/5) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu pelaku SDP datang ke minimarket yang hendak tutup.

Pelaku dengan tega langsung menyiramkan bensin ke arah para penjaga toko. Golok dan korek api yang ada ditangannya ditunjukan denga mengancam akan membakar mereka jika tidak memberikan uang yang ada di mesin

“Menyiramkan bensin dalam botol air mineral ke badan para penjaga toko. Kemudian tersangka membuang botol berisi bensin tersebut, dan tersangka mengambil korek api dipegang tangan kiri, serta tangan kanan memegang golok sambil diacung-acungkan kepada penjaga toko sambil meminta uang hasil penjualan toko,” kata Leonardus kepada wartawan, Jumat (19/5/2023).

Para penjaga toko pun berlari menuju kamar mandi dan mengunci pintu hindari ancaman tersebut. Namun, pelaku mengejarnya dan mendobrak pintu. Lagi-lagi, pelaku mengancam hendak membakar mereka.

“Selanjutnya para penjaga toko lari ke belakang dan masuk ke kamar mandi dan diikuti oleh tersangka, kemudian tersangka mendobrak pintu kamar mandi sambil mengacungkan golok dan meminta uang hasil penjualan toko,” ungkapnya.

Ketika pelaku mengejar kasir, saksi lain yang berada di lokasi meminta tolong kepada warga sekita yang berada di luar minimarket. Karena panik, pelaku berlari keluar toko namun berhasil diamankan. Selanjutnya pelaku pun diserahkan kepada pihak kepolisian.

Saat diinterogasi, pelaku nekat melakukan aksinya tersebut karena terlilit hutang pinjaman online (pinjol). Saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Atas kasus tersebut, pelaku dijerat Pasal 53 Jo 365 KUHP Jo UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 ayat (2).

“Berdasarkan keterangan tersangka bahwa yang bersangkutan terlilit utang pinjol,” tuturnya.

Tim Pantau
Penulis
Ahmad Ryansyah