Imbas PMK, Pasar Ternak Simpang Tiga Ophir Pasaman Barat Ditutup

Headline
Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Pasaman Barat, Sumbar Doddy San Ismail saat meninjau lokasi ternak warga yang terindikasi Penyakit Mulut dan kuku.Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Pasaman Barat, Sumbar Doddy San Ismail saat meninjau lokasi ternak warga yang terindikasi Penyakit Mulut dan kuku.

Pantau.com – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menutup Pasar Ternak Simpang Tiga Ophir untuk sementara terkait ditemukannya dua ekor ternak sapi positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Dari hasil laboratorium dua ekor sapi positif mengidap PMK. Sedangkan lima ekor sapi secara klinis terindikasi PMK. Penutupan pasar ternak ini sebagai upaya mengurangi penyebarannya,” kata Kepala Dinas TPHP Pasaman Barat Doddy San Ismail di Simpang Empat, Sabtu (29/5/2022).

Menurutnya, hewan ternak yang terindikasi PMK itu berada di Kecamatan Kinali dan terhadap ternak itu dilakukan karantina di lokasi masing-masing.

Selain itu, katanya pihaknya juga melakukan pengobatan terhadap ternak yang positif dan terindikasi PMK.

“Jika dua pekan ke,depan tidak terjadi peningkatan dan penurunan kasus maka Pasar Ternak Simpang Tiga Ophir akan segera dibuka kembali mengingat Idul Adha semakin dekat,” sebutnya.

Selama masa penutupan pasar dinas terkait akan melakukan sejumlah observasi terhadap hewan ternak terutama sapi dan kambing yang terdapat di Pasaman Barat.

Selain itu, pihak Dinas Pertanian dan Peternakan Pasaman Barat telah menetapkan kebijakan untuk membatasi penerimaan hewan ternak yang berasal dari luar Pasaman Barat dengan maksud untuk mencegah adanya virus masuk yang menyebabkan PMK bagi hewan ternak.

“Kami juga akan melakukan pembatasan terhadap hewan-hewan ternak yang akan dijual, namun yang berasal dari luar Pasaman Barat. Oleh karena itu akan dilakukan sejumlah upaya skrining terhadap hewan-hewan ternak yang akan masuk dari luar Pasaman Barat,” katanya.

Ia mengatakan terhadap ternak yang terindikasi PMK memiliki gejala hypersalivasi, demam, luka di teracak atau kuku, tremor, ada luka di bagian mulut dan hidung.

“Kita telah turun ke lokasi ternak itu dan melakukan tindakan cepat agar penyakit itu tidak semakin berkembang,” katanya.

Ia mengimbau kepada peternak gar melaporkan kepada petugas kesehatan hewan apabila ternak sapi punya gejala demam, luka di daerah mulut bagian dalam, luka pada kaki dan produksi air liur berlebihan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara