Pantau Flash
YLKI: Rencana Pembukaan Mal 5 Juni Terlalu Gegabah
Kementan: Asuransi Tani Capai Luasan 333,5 Ribu Hektare
Ada 415 Kasus Baru, Total 23.165 Positif COVID-19 di Indonesia
Sang Adik Positif Korona, Via Vallen: Jangan Kucilkan Mereka
Protokol New Normal di Tempat Kerja: Pekerja Tidak Boleh Terlalu Lelah

Kecelakaan saat Kerja, ABK WNI di Kapal China Meninggal Dunia di Pakistan

Kecelakaan saat Kerja, ABK WNI di Kapal China Meninggal Dunia di Pakistan Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Seorang WNI berinisial ES, yang merupakan awak kapal berbendera China, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja, demikian keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri, Sabtu (24/5/2020).

ES dan rekannya Ha yang menderita hernia, sebelumnya bekerja sebagai ABK kapal ikan milik Xianggang Xinhai Shipping Co. Ltd. Namun, karena kondisi kesehatan mereka, keduanya kemudian dipindahkan ke kapal Chad 3 milik perusahaan Pakistan saat berada di perairan Somalia.

Saat tiba di Pelabuhan Karachi, Pakistan, KJRI Karachi telah menghubungi kedua awak kapal WNI tersebut. Dokter telah memeriksa kondisi keduanya di atas kapal, sementara KJRI berkoordinasi dengan otoritas setempat agar keduanya dapat turun ke darat melalui mekanisme visa on arrival mengingat Pakistan saat ini masih memberlakukan aturan penguncian guna merespons pandemic COVID-19.

Baca juga: Ini Kronologi Pelarungan ABK WNI di Perairan Somalia

Pada 22 Mei 2020, kondisi ES mengkhawatirkan dan Pejabat Fungsi Konsuler KJRI Karachi berkoordinasi dengan otoritas setempat segera menjemput dan membawanya ke rumah sakit setempat.

Namun, malam harinya sekitar pukul 22.00 waktu setempat, ES dinyatakan meninggal dunia di RS Zaenuddin Karachi. Kemlu RI telah menghubungi keluarga ES di Indonesia dan menyampaikan bela sungkawa serta penjelasan dan rencana lanjut sehubungan proses pemulangan jenazah.

Saat ini, Kemlu bersama kementerian/lembaga terkait tengah berupaya menangani pemulangan jenazah ES dari Pakistan sesuai permintaan keluarga, memenuhi hak-hak ketenagakerjaan almarhum, dan menyelidiki lebih lanjut kasus ini.

Baca juga: Video ABK Asal Indonesia Disiksa dan Dibuang ke Laut

ES dan Ha diberangkatkan ke luar negeri oleh PT Mandiri Tunggal Bahari (MTB), yang dua pimpinannya telah ditetapkan Polda Jateng sebagai tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang terhadap almarhum Herdianto.

Herdianto, yang sebelumnya bekerja sebagai ABK kapal Lu Qing Yuan Yu 623, diduga meninggal dunia karena lumpuh akibat tindakan penganiayaan dan perbudakan di atas kapal. Jenazah Herdianto kemudian dilarung di perairan Somalia pada 23 Januari 2020.

PT MTB sendiri tidak memiliki izin penempatan awak kapal baik dari Kementerian Perhubungan maupun Kementerian Tenaga Kerja.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: