Marak Gempa di Awal Tahun, Ada Apa?

Headline
Gempa - dok BMKGgempa

Pantau.com – Awal tahun 2022 ini ditandai dengan maraknya gempa. Jumat (14/1/2022), gempa dengan kekuatan magnitudo 6,6 mengguncang Banten. Gempa tersebut bahkan terasa sampai Ibu kota Jakarta dan sekitarnya.

Minggu (15/1) gempa mengguncang Pacitan, Jawa Timur. Gempa tersebut terasa hingga Bantul dan Gunung Kidul.

Senin (17/1) pagi ini, Banten kembali diguncang gempa. Sama seperti pekan lalu, gempa magnitudo 5,4 itu juga terasa hingga Jakarta dan sekitarnya.

Kembali pada gempa pekan lalu di Banten, berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa susulan di Banten tercatat sudah 32 kali terjadi.

Pusat gempa tersebut berada di 52 kilometer barat daya Sumur, Banten, tepatnya di koordinat 7,01 LS dan 105,26 BT dengan kedalaman 40 km.

Kepala BBMKG Wilayah Il Tangerang Selatan, Hartanto ST MM, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/1/2022) menyatakan, aftershock ini terjadi dengan berkekuatan M 4,7. Sementara itu, episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 6.96 LS dan 105.26 BT.

Lokasi gempa susulan di Banten ini tepatnya berada di atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 48 km barat daya Sumur-Banten pada kedalaman 21 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Subduksi lempeng Indo-Australia menunjam menelusup ke bawah Lempeng Eurasia,” kata dia.

Hasil monitoring BMKG terhadap gempa Banten hingga pukul 09.50 WIB, hari ini, Sabtu (15/1/2022), menunjukkan adanya 32 aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock dengan magnitudo terbesar M 5,7 dan magnitudo terkecil adalah M 2,5.

Adapun dampak gempa bumi di Banten ini juga tergambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG. Dampak guncangan gempa bumi ini juga dihimpun berdasarkan laporan dari masyarakat. Diketahui gempa bumi ini dirasakan di wilayah Sumur, Panggarangan, Cibeber, Malingping, Bayah, Cihara, Muarabinuangeun, Cigemblong, Panimbang, Sobang, dan Labuan.

Guncangan gempa Banten di wilayah-wilayah tersebut dirasakan dengan Skala Intensitas III MMI, di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah, dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

“Namun, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,” kata dia.

Meski demikian, Hartanto mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Namun, upayakan untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak dan memastikan kondisi bangunan tersebut sebelum beraktivitas di dalamnya.

rn

Tim Pantau
Editor
Fadyl
Penulis
Fadyl