Modus Pelecehan ‘Buka Aura’ di KRL Sasar Anak SMA Berujung Damai

Headline
Ilustrasi (Foto: Pixabay)Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau – Pelecehan seksual di dalam KRL relasi Kampung Bandan-Cikarang pada Selasa (22/6/2022). Pria berinisial AS (43) melakukan pelecehan dengan modus buka aura, korbankan remaja putri kelas 2 SMA.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Ahsanul Muqaffi membenarkan adanya kejadian tersebut. Meskipun berakhir damai, pelaku sempat ditangkap.

“Betul. Pelaku mengaku bisa membuka aura,” kata Ahsanul.

Pelaku melakukan aksinya saat korban lengah, pelaku terus mendekati korban dan meraba-raba bagian tubuh sensitif korban.

“Pelaku memasukkan tangan ke baju korban. Kemudian meraba payudara dan paha korban,” jelas Ahsanul.

Kemudian aksi pelecehan tersbut dipergoki petugas Walka. Sehingga pelaku diamankan oleh petugas dan diserahkan ke polisi.

“Petugas pam walka pada KRL No.5558 melakukan koordinasi dengan petugas pam Stasiun Buaran untuk menyerahkan pelaku ke pihak yang berwajib,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba.

Kemudian pelaku diperiksa Polres Metro Jakarta Timur. Setelah itu, pihak kepolisian menyatakan kasus ini berujung damai, lantaran korban dan keluarganya tidak mau membuat laporan polisi.

“Korban dan keluarganya tidak mau membuat laporan. Selain repot, pelaku juga sudah membuat pernyataan tidak ingin mengulangi dan sudah menyesali perbuatannya,” kata Ahsanul, Kamis (23/6/2022).

Namun, KAI Communter berpihak pada korban dan menyatakan akan tetap memproses hukum pelaku.

“KAI akan memberikan dukungan penuh kepada korban untuk melanjutkan kasus tersebut ke proses hukum,” kata Anne, Kamis (24/6/2022).

Dirinya juga mengimbau agar pengguna KRL berani melapor jika terjadi atau melihat aksi pelecehan seksual.

“KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna KRL, untuk segera melapor kepada petugas KRL, jika melihat tindakan yang melanggar hukum dan norma di area stasiun manapun,” tegas Anne.

Tim Pantau
Reporter
Renalya Arinda