Perkara Minuman Kemasan Berujung Tewaskan Anak di Bawah Umur

Headline
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau – Berawal dari menolak suruhan beli minuman kemasan, korban NRW (15) tewas dipukuli rekannya. Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Nusaniwe, Ambon, Kamis (9/6/2022).

“Awalnya korban bersama tiga rekan lainnya sedang duduk santai dan bermaksud membuat minuman kemasan, lalu pelaku menyuruh korban membelinya, sementara dua rekan lainnya pergi membeli es batu,” kata Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan PP Lease, Inspektur Polisi Dua Moyo Utomo, di Ambon, Rabu (22/6/2022).

Diduga kasus ini terjadi hanya karena NRW menolak perintah B untuk membeli minuman kemasan. Kemudian, pelaku memukuli korban dengan kepalan tangan kanan dan kirinya mengenai kepala belakang hingga korban tak sadarkan diri lantaran kesal perintahnya ditolak.

Ibu kandung NRW yang sementara berada di rumah kemudian didatangi teman-teman korban dan memberitahukan NRW telah dipukuli hingga pingsan.

“Setelah mengecek kondisi anaknya, ibu NRW mengaku tidak mendengar denyutan jantung korban sehingga bergegas ke rumah sakit, namun dokter menyatakan NRW sudah dalam kondisi meninggal dunia dan peristiwa ini langsung dilaporkan ke Mapolresta,” jelas Utomo.Polisi telah mengamankan B (16) dengan dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang menewaskan korban NRW (15) di Kecamatan Nusaniwe, Ambon.

Selanjutnya, pelaku dijerat pasal 80 ayat (1), ayat (2), ayat (3) UU Nomor 35/2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun. Selain itu, polisi jugatelah memeriksa empat orang terkait kasus tersebut.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Reporter
Renalya Arinda