Pantau Flash
Kementan: Asuransi Tani Capai Luasan 333,5 Ribu Hektare
Ada 415 Kasus Baru, Total 23.165 Positif COVID-19 di Indonesia
Sang Adik Positif Korona, Via Vallen: Jangan Kucilkan Mereka
Protokol New Normal di Tempat Kerja: Pekerja Tidak Boleh Terlalu Lelah
Puluhan Tahanan di Meksiko Terinfeksi Virus Korona

Prancis Kembali Izinkan Warganya Ibadah Berjamaah

Prancis Kembali Izinkan Warganya Ibadah Berjamaah Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Otoritas Prancis kembali mengizinkan warganya memulai kembali ibadah berjamaah setelah penangguhan selama dua bulan akibat wabah COVID-19.

Dilansir Reuters, Sabtu (23/5/2020), Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan, bahwa pihaknya akan mengeluarkan satu keputusan yang menguraikan aturan-aturan baru bagi kegiatan keagamaan bersama.

Di bawah keputusan itu, larangan berkumpul yang diberlakukan pada Maret, sebagai bagian upaya pemerintah mencegah penyebaran korona, akan dicabut.

Tapi ibadah bersama harus mematuhi persyaratan, termasuk memakai masker, jaga jarak setidaknya satu meter di antara umat, dan mencuci tangan.

Baca juga: Tiga WNI yang Kabur Usai Tes COVID-19 di Malaysia Akhirnya Menyerahkan Diri

Pemerintah Prancis melonggarkan beberapa pembatasan penutupan wilayahnya awal bulan ini, namun tak melonggarkan larangan ibadah bersama. Hal itu memunculkan keluhan dari kelompok-kelompok keagamaan, yang mengatakan mereka diperlakukan tidak adil.

Pernyataan kementerian itu menyebut pemerintah berharap ibadah dapat dimulai kembali awal Juni, namun dalam beberapa kasus kelompok-kelompok keimanan dapat beribadah bersama begitu aturan baru diterbitkan.

Sementara itu, menurut sebuah laporan yang dikeluarkan Pew Research Center pada 2017, umat Islam yang jumlahnya sekitar 9 persen dari populasi Prancis pada akhir pekan ini sedang merayakan Idul Fitri, perayaan yang menandai akhir ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

Baca juga: Malaysia Buka Rumah Ibadah Non-Muslim di Zona Hijau COVID-19

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: