Produksi dan Jual Uang Palsu di Media Sosial, Pasutri di Cirebon Ditangkap Polisi

Polisi menunjukkan pengedar uang palsu di Cirebon, Jawa Barat. ANTARA/HO-Humas Polres Cirebon

Pantau – Polres Cirebon Kota menangkap pasangan suami istri (pasutri) yang memproduksi dan dijual atau diedarkan melalui media sosial.

“Kami tangkap pasangan suami-istri berinisial DM (37) dan US (32), keduanya terlibat kasus memalsukan dan mengedarkan uang,” kata Kapolres Cirebon Kota, AKBP Fahri Siregar, di Cirebon, Senin, (27/6/2022).

Selain menangkap pasutri, polisi juga membekuk FA (14) yang  merupakan pengedar uang palsu.

Kapolres Cirebon Kota  menjelaskan awal mula pengungkapan kasus tersebut yaitu setelah FA membelanjakan uang palsu kepada salah satu pedagang untuk mendapatkan kembalian uang asli. Akan tetapi korban yang merupakan seorang pedagang curiga dengan kondisi uang dibelanjakan FA, dan kemudian dipastikan itu uang palsu.

“Setelah mengetahui uang yang dibelanjakan palsu, korban langsung mengejar FA dan mengamankan serta membawa ke Polsek terdekat,” katanya.

Setelah diinterogasi, FA mengaku mendapatkan uang palsu dari pasutri itu melalui media sosial, dan polisi langsung bergerak dan menangkap mereka yang merupakan warga Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

“Setelah ditangkap, ternyata pasangan suami-istri ini memproduksi dan menjual uang palsu,” ujarnya.

Dari tangan tersangka polisi menyita sebanyak 69 lembar pecahan Rp5.000, 93 lembar pecahan Rp20.000, 307 lembar pecahan Rp50.000, dan 60 lembar pecahan Rp100.000.

Selain itu, petugas juga menyita mesin cetak, kertas, gunting, pisau pemotong, dan lain-lain.

Akibat perbuatannya para tersangka dijerat pasal 244 KUHP jo pasal 36 dan 37 UU Nomor 7/2011 tentang Mata Uang dengan ancaman kurungan penjara paling lama seumur hidup dan denda Rp100 miliar.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Firdha Rizki Amalia