Pantau Flash
Freeport Keluarkan Kocek 600 Juta Dolar AS untuk Bangun Smelter
Victoria Keluarkan Peringatan Berhati-hati Terhadap WNI Terkait Korona
Rupiah Melemah Akibat Dibayangi Dampak Virus Korona
Eks Pimpinan KPK Minta Jokowi Dihadirkan saat Uji Materil Revisi UU KPK
Nilai Kapitalisasi Apple Turun Rp466,1 Triliun Akibat Virus Korona

Soal WNI Usai Observasi di Natuna, Anies: WNI atau Bukan Akan Kita Sambut

Soal WNI Usai Observasi di Natuna, Anies: WNI atau Bukan Akan Kita Sambut Tenda-tenda di dalam hanggar milik TNI di Ranai, Natuna ini menjadi rumah bagi WNI yang dievakuasi dari Wuhan selama 14 hari sejak Minggu (2/2/2020). (Foto: Istimewa-ABC News)

Pantau.com - Menyusul kepulangan 12 warga DKI Jakarta yang menjalani observasi virus Novel Corona (2019-NCoV) di Lanud Raden Sadjad, Natuna  pada Sabtu 15 Februari 2020, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya akan menyambut mereka.

"Kami akan sambut siapapun baik warga negara Indonesia maupun bukan," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: Observasi WNI Atas Ancaman Virus Korona di Natuna Berakhir Sabtu Pekan Ini

Pasalnya, menurut Anies, semua WNI yang diobservasi di Natuna, sejumlah 238 orang, selama ini sudah dalam proses pemantauan, dengan pendataan yang baik dan pemantauan yang ketat.

"Yang memiliki kekhawatiran laporkan pada kota, dan kota akan memonitoring. Selain itu, kota juga akan membantu mengomunikasikan bahwa yang pulang itu betul-betul aman," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengatakan pihaknya tidak akan langsung melepaskan pengawasan pada 12 warga Jakarta yang telah diobservasi.

"Nanti untuk pendampingan, kami monitor kalo ada 12 orang, kami tugaskan petugas untuk satu-satu orang agar memonitoring," kata Saefullah.

Untuk diketahui, dari 238 WNI yang diobservasi di Lanud Raden Sadjad, Natuna, ada 12 warga Jakarta di dalamnya. Semuanya akan selesai menjalani observasi pada Sabtu (15/2) besok.

Para WNI itu dievakuasi dari Wuhan, China, yang menjadi pusat virus Corona pada Minggu (2/2) lalu. Mereka harus menjalani observasi selama 14 hari sesuai dengan aturan dari protokol World Health Organization (WHO).

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto awalnya menyebut teknis pemulangan 238 WNI ke daerah masing-masing masih dikoordinasikan.

"Jadi Sabtu ini kalau tanggal 15 itu berarti selesai ya. Tapi kita masih rapat koordinasi kan untuk bagaimana teknik pemulangannya dan sebagainya itu kan perlu dikoordinasi pakai pesawat apa, ke mana mereka punya alamat sendiri-sendiri," kata Terawan di Grand Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa 11 Februari 2020.

Baca juga: Natuna Jadi Lokasi Karantina WNI dari Wuhan, Jokowi: Saya Berterima Kasih

Adapun data lengkap provinsi asal 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan:

1. Aceh 12 orang

2. Bali 2 orang

3. Banten 6 orang

4. Bengkulu 2 orang

5. DI Yogyakarta 2 orang

6. DKI Jakarta 12 orang

7. Gorontalo 1 orang

8. Jakarta 1 orang

9. Jambi 5 orang

10. Jawa Barat 13 orang

11. Jawa Tengah 9 orang

12. Jawa Timur 68 orang

13. Kalimantan Barat 4 orang

14. Kalimantan Selatan 7 orang

15. Kalimantan Tengah 4 orang

16. Kalimantan Timur 14 orang

17. Kalimantan Utara 21 orang

18. Kepulauan Riau 2 orang

19. Lampung 1 orang

20. NTB 3 orang

21. Papua 6 orang

22. Papua Barat 8 orang

23. Riau 6 orang

24. Sulawesi Barat 2 orang

25. Sulawesi Selatan 17 orang

26. Sulawesi Tengah 2 orang

27. Sulawesi Tenggara 4 orang

28. Sumatera Barat 1 orang

29. Sumatera Selatan 1 orang

30. Sumatera Utara 2 orang

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: