Suami Tikam Istri karena Diminta Cerai di Subang Jawa Barat

Headline
Ilustrasi penikaman (istimewa)Ilustrasi penikaman

Pantau – Dirman (26) tidak terima diminta cerai oleh istrinya warga dari Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dirman yang berprofesi sebagai pengangguran ini menikam istrinya.

Sudah tidak sanggup menafkahi istrinya, perpisahan menjadi solusi sejoli ini. Persetejuan berpisah hanya dimulut saja, pasalnya Dirman gelap mata diminta cerai oleh istrinya. Ia membalasnya dengan menganiaya hingga menikam sang Istri dengan pisau.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/6/2022) pukul 17.30 WIB di Kampung Cibaok, Bojongkeding, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Kapolres Subang AKBP Sumarni menuturkan, korban bernama Wasih (27) yang merupakan istri pelaku, semula mendatangi rumah suaminya, Dirman. Tujuannya untuk meminta cerai. Dirman pun langsung menyetujui dan menyanggupi permintaan Wasih.

“Karena pelaku ini sudah tidak sanggup menafkahi korban, akhirnya permintaan cerai diiyakan oleh pelaku,” ujar Sumarni di Mapolres Subang, Rabu (22/6/2022).

Setelah itu, Dirman langsung menganiaya dengan cara mukul wajah sang istri. Bahkan, pelaku sempat melukai leher korban menggunakan pisau yang dipegangnya. Korban pun langsung meminta tolong dan ditolong warga sekitar.

“Namun saat hendak pulang, tiba-tiba saja pelaku memukul korban dengan senjata tajam berupa pisau dan menendang dari belakang. Sehingga korban mengalami luka robek pada leher, kemudian dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Dua hari kemudian, keluarga korban lapor ke polisi. Penyidik Unit PPA Sat Reskrim Polres Subang meminta keterangan korban, saksi dan pelakunya.

Tak lama kemudian, pelaku diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Dari keterangan pelaku, istrinya selingkuh dan pergi dari rumah.

“Barang bukti yang berhasil kami amankan yaitu sweater, jelana jin, buku nikah serta sebuah pisau yang dipakai pelaku untuk menikam korban,” ungkap Sumarni.

“Korban saat ini masih dirawat di rumah sakit dan masih dalam perawatan medis,” kata Sumarni menambahkan.

Atas perbuatannya itu, Dirman dijerat pasal 44 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman paling lama penjara 5 tahun dan denda paling banyak Rp 15 juta.

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni