Urip Syaputra Pura-pura Mati, Punya Ide Segar agar Utang Terhindar

Headline
Beberapa warga menggotong peti mati berisi jasad WNI korban mutilasi di Malaysia. (Foto: Antara)Ilustrasi: Beberapa warga menggotong peti mati berisi jasad WNI korban mutilasi di Malaysia. (Foto: Antara)

Pantau – Urip Syaputra (40) warga Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini diperiksa oleh petugas Kepolisian di Mapolres, Cibinong, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu malam.

Ia berpura-pura meninggal dunia karena terlilit hutang dan inginkan properti. Aksinya ini sempat viral di media sosial, Senin (14/11/2022).

“Berdasarkan pengakuannya untuk memenuhi kebutuhan pribadinya dan sebagian dibelikan properti,” kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan, Minggu (20/11/2022).

Polisi juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap sekitar 10 saksi, mulai dari dua sopir ambulans, dua pegawai hotel di Jakarta Selatan, hingga beberapa warga yang menyaksikan US terbaring di peti jenazah.

“Penyelidikan itu serangkaian tindakan penyelidik untuk menentukan peristiwa atau perbuatan ini pidana atau tidak. Itu yang sedang kami dalami,” kata AKP Sigiro, Sabtu (19/11/2022).

Ia menyebutkan, hasil dari pemeriksaan beberapa saksi, US diketahui bersama istrinya membeli peti jenazah di bilangan Jakarta Selatan dengan alasan untuk keluarganya di Bogor yang meninggal dunia.

Kemudian, US bersama istrinya diantar menggunakan mobil ambulans membawa peti jenazah dari Jakarta Selatan menuju Bogor.

“Kemudian berhenti di Rest Area Cibubur, pada waktu itu suami istri ini masih duduk di belakang bersama dengan peti tersebut. Selesai istirahat, si istri tinggal sendirian suaminya sudah nggak ada. Ditanya sama sopir ambulans ‘di mana bapak’, ‘sudah tinggalin aja dia sudah pergi’,” ujar AKP Sigiro.

Ternyata, US masuk ke dalam peti jenazah dari Rest Area Cibubur. Karena, kondisi peti jenazah yang awalnya dikemas plastik, saat diturunkan dari mobil ambulans sudah dalam kondisi tanpa ditutup plastik.

Kepolisian pun justru menemukan fakta lain dari hasil pemeriksaan sopir ambulans, yaitu US ternyata sedang terlilit utang.

“Dari rest area ke tempat tujuan, si istri curhat terlilit utang, nah itu yang kami dalami. Kami tanyakan kebenarannya,” kata AKP Sigiro.

Ide Segar agar Utang Terhindar

Informasi tersebut terungkap saat Urip diperiksa polisi. Urip menyerahkan diri pada hari Jumat (18/11/2022) malam. Ide pura-pura mati ini datang dari saudaranya guna menghindar dari piutang.

“Ide gagasan untuk pura-pura mati ini datang dari Saudara US untuk menghindari kewajibannya membayar utang dari tempat yang bersangkutan bekerja,” ujar Iman kepada wartawan, Sabtu (19/11/2022).

Urip disebut malu punya utang. Iman mengatakan hal itulah yang memicu Urip membuat skenario pura-pura meninggal.

“Karena yang bersangkutan merasa malu dengan jabatannya atau dengan posisinya di organisasi, sehingga yang bersangkutan mengambil langkah pendek dengan berpura-pura mengalami kematian tersebut,” ucapnya.

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni