Ini Alasan Partai Gelora hanya Daftarkan Pengurus Tingkat DPD 84 Persen dan DPC 58 Persen di Sipol

Headline
Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah memposting foto dengan Dedi 'Miing' Gumelar. (Foto: Twitter @Fahrihamzah)Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah memposting foto dengan Dedi 'Miing' Gumelar. (Foto: Twitter @Fahrihamzah)

Pantau – Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) tuntas mengisi data persyaratan di sistem informasi partai politik 100 persen. Namun Gelora hanya mendaftarkan sesuai batas minimal.

Seperti halnya tingkat kepengurusan di tingkat daerah. Gelora mendaftarkan kepengurusan tingkat kabupaten/kota sebanyak 84 persen. Pula kepengurusan tingkat DPC sebanyak 58 persen.

“Dari rencana 75 persen naik menjadi 84 persen (tingkat DPD),” kata Sekjen Partai Gelora Mahfudz Siddiq dalam Talkshow di channel YouTube geloraTV, Rabu (3/8/2022).

75 persen merupakan batas minimal persyaratan yang ditentukan Undang-Undang dan Peraturan KPU terkait pendaftaran calon peserta pemilu 2024. Pula tingkat kecamatan atau DPC yang semula hanya 50 persen untuk didaftarkan, tapi menjadi 58 persen.

Padahal data terakhir, jumlah DPD se-Indonesia sudah mencapai 100 persen dan DPC mencapai 89,3 persen serta pimpinan anak cabang (PAC) sebanyak 13 persen. Mahfudz menegaskan alasan tidak mendaftarkan semua kepengurusan di Sipol agar fokus melakukan agenda strategis lainnya.

“Kenapa tidak 100 persen, sebenarnya kita bersepakat sesuai arahan pimpinan yang kita daftarkan ini minimalis saja, agar teman-teman yang terlibat dalam kerumitan dan keriuhan kerja administratif ini tidak terlalu banyak, karena kita punya pekerjaan-pekerjaan yang lebih strategis,” terang Mahfudz.

Tim Pantau
Editor
Muhammad Rodhi