PDIP Sebut Pileg Tertutup Minimalisir Biaya Kampanye

Headline
Kampanye PDIPKemeriahan kampanye PDIP di Jawa TImur.

Pantau – Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengusulkan agar sistem pemilihan legislatif (pileg) secara tertutup. Menurutnya, hal itu untuk meminimalisir biaya kampanye.

“Kami ingin Pemilu itu mencoblos gambar, karena itu sesuai dengan kultur kita. Tapi kita dipaksa liberal melebihi Amerika, satu partai pun calonnya saling bunuh,” kata Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/11/2022).

Said mengungkap, adanya persaingan antar caleg di internal partai terkait sistem pileg yang terbuka. Meski begitu, Said menyerahkan keputusan pencoblosan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Jangankan dengan partai lain. Di nomor urut kami saja saya dengan Pak Rudi satu dapil, saya saling bunuh dengan Pak Rudi. Kan salah kaprah keputusan itu,” imbuhnya.

Said membeberkan keuntungan jika sistem pileg dilakukan tertutup. Salah satunya, rendahnya biaya kampanye.

“Tapi kalo pemilunya nyoblos tanda gambar, cost-nya tidak mahal, murah meriah. Dan anggota yang terpilih punya bobot. Karena apa? Dia pasti pengurus partai,” ungkapnya.

“Kalau nyoblos tanda gambar ya sudah, kampanye partai, nggak perlu duit. Wong kampanye partai kok, tapi ketika  pilih tokoh, ya bagi sembako lah, bagi ini lah, itu kan nggak bisa dihindari,” tutur Said.

Said menepis kekhawatiran partai yang makin berkuasa jika sistem pileg tertutup dilakukan. Ia mengatakan, setiap partai berhak mengatur organisasinya masing-masing.

“Kita bersepakat oke keputusannya A. Semua kan harus A. Kan lucu masuk organisasi, tapi maunya sendiri. Ya kita jangan masuk organisasi dong,” ujarnya.

Tim Pantau
Reporter
Aditya Andreas
Penulis
Aditya Andreas