Pantau Flash
Dilarikan ke Puskesmas! Puluhan Warga Alami Luka Bakar Akibat Awan Panas Gunung Semeru
Jembatan Penghubung Lumajang-Malang Putus Diterjang Lahar Dingin Gunung Semeru!
Polri Sosialisasikan Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK Pekan Depan
Gunung Semeru Meletus, Gubernur Khofifah Perintahkan Segera Evakuasi Warga
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diperingatkan untuk Selamatkan Diri

3 Cara Terapi untuk Anak Terdiagnosa Autis

3 Cara Terapi untuk Anak Terdiagnosa Autis Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Jika anak terdiagnosa autisme, segera lakukan penanganan dengan memberikan terapi yang mencakup tiga hal yakni perilaku, bicara dan okupasi, menurut Ketua Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI) Gayatri Pamoedji di Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Untuk bicara bisa dimulai dengan 10 benda yang paling sering anak pakai. Di rumah usahakan 30-40 jam per minggu dilakukan terapi," kata dia.

Baca juga: Kenali 7 Tanda Autisme Pada Anak Sejak Dini

Untuk terapi okupasi, bisa berupa olahraga untuk mengoordinasikan motorik halus seperti gerakan jari, motorik kasar misalnya gerakan kaki dan ini bisa dilakukan melalui bantuan orang tua di rumah.

"Orang tua yang harus belajar. Penelitian menunjukkan, 80 persen anak berkebutuhan khusus sukses karena orang tuanya (membantu)," tutur Gayatri.

Orang tua perlu memberikan tiga kali lipat kasih sayang pada anak dengan autisme di rumah karena mereka merasa tidak aman di luar rumah, sambung dia.

Baca juga: Dian Sastro Cerita Pengalaman Mengetahui Anak Keduanya Alami Autisme

Selain itu, dukungan keluarga besar menjadi hal penting. Jika belum bisa menerima, setidaknya jangan menghakimi anak dengan autisme.

"Anak autis tantrum di mal misalnya, jangan dilihat lebih dari lima detik karena tidak menolong, orang tua merasa terpojok. Jangan dikira anak autis tidak punye perasaan. Jangan bercanda pakai kata autis," kata dia.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang

Berita Terkait: