Pantau Flash
Maluku Tenggara Barat Diguncang Gempa Magnitudo 6,7
Presiden Jokowi: Draf RUU Ibu Kota Baru Disampaikan ke DPR Setelah Reses
Erick Thohir Minta BUMN dan Swasta Bersaing Bangun Indonesia
Sri Mulyani: Diskon Harga Tiket Pesawat Bisa Mencapai 50 Persen
Komisi I DPR Setuju Pemerintah Terima Hibah Alutsista dari Amerika Serikat

5 Anggota Kerajaan di Dunia yang Menolak Gelar Kehormatan

5 Anggota Kerajaan di Dunia yang Menolak Gelar Kehormatan Meghan Markle, Pangeran Harry, dan sang bayi. (Foto: Instagram/@sussexroyal)

Pantau.com - Gelar kehormatan untuk setiap anggota keluarga kerajaan akan selalu diberikan untuk pada generasinya. Namun, tak semua anggota kerajaan menginginkan gelar terhormat itu.

Beberapa anggota kerajaan bahkan menolak untuk memberikan gelar itu atau bahkan mencopot gelar demi menikahi seorang janda, seperti kisah Raja Edward VIII. 

Berikut 5 anggota keluarga kerajaan yang menolak gelar kehormatan yang dirangkum Pantau.com:

Baca juga: Transformasi 5 Tokoh Harry Potter Dulu dan Kini yang Bikin Pangling!

1. Raja Edward VIII


Raja Edward VIII. (Foto: AP)

Raja Edward memilih untuk turun takhta sehingga ia dapat menikahi seorang janda Amerika yang telah bercerai dua kali, Wallis Simpson pada 1937.

Pada saat itu, Gereja Inggris tak mengizinkan seseorang yang telah bercerai untuk menikah di gereja. Oleh karena itu, Edward tak bisa lagi menjadi Kepala Negara jika ia ingin menikahi Simpson.

Ia memberikan takhta itu kepada saudaranya, George VI, yang kemudian meneruskan takhta kepada Ratu Elizabeth II saat ini. Meski telah menyerahkan takhta, Edward diberi gelar pengganti. Ia dan Simpson menjadi Duke and Duchess of Windsor, namun tak diizinkan menjadi status HRH.

Tapi sekarang, Gereja Inggris tak lagi memberlakukan aturan ketat seperti itu. Jika tidak, itu bisa menjadi cerita yang berbeda untuk Meghan Markle, yang bercerai dari Trevor Engelson pada 2013 sebelum menikahi Pangeran Harry lima tahun kemudian.

2. Princess Ubolratana

Princess Ubolratana. (Foto: AP)

Dengan memilih untuk menikahi seorang warga biasa, Peter Jensen, asal Amerika yang ia temui saat menghadiri MIT, Putri Ubolratana terpaksa harus menyerahkan statusnya sebagai raja. 

Meskipun pasangan itu kemudian bercerai pada 2001, Ubolratana masih tak diizinkan untuk status HRH, melainkan berjalan dengan status Tunkramom Ying, yang memiliki arti 'Daughter to the Queen Regent'.

Mantan anggota kerajaan itu memulai karier akting setelah kembali ke Thailand pada 2001, dengan membintangi film Where the Miracle Happens (2008), My Best Bodyguard (2010), dan Together (2012).

Selain itu, ia juga mencoba karier dalam politik Thailand pada awal tahun ini, bahkan mencoba untuk maju sebagai calon Perdana Menteri. Namun, upaya itu dilarang oleh saudaranya, Raja Maha Vajiralongkorn.

3. Pangeran Philip


Pangeran Philip. (Foto: Getty Images)

Philip yang lahir sebagai Pangeran Philip dari Yunanin dan Denmark. Agar ia bisa menikahi Ratu Elizabeth, ia harus menolak gelar kerajaan yang diberikan kepadanya oleh tempat kelahirannya, Denmark, sehingga ia dapat menjadi bagian dari Kerajaan Inggris.

Baca juga: 5 Kesalahan Kerap Dilakukan Ketika Membersihkan Rumah, Kamu Pernah Lakukan? 

4. Archie Harrison

Pangeran Harry dan Meghan Markle bersama dengan putranya, Archie Harrison. (Foto: Getty Images)

Pangeran Harry dan Meghan Markle telah dikarunia seorang putra, Archie Harrison, pada Mei 2019. Istana kemudian mengumumkan bahwa pasangan itu menolak gelar kehormatan untuk putra mereka.

Meskipun mereka belum mengungkapkan alasan di balik itu, kedunya pernah mengatakan bahwa mereka ingin Archie hidup seperti layaknya warga biasa, bukan sebagai anggota kerajaan. Keputusan itu sempat memicu kemarahan para penggemar kejaraan di seluruh dunia. 

Duke and Duchess of Sussex itu juga mengumumkan rencananya untuk menjaga identitas orang tua Baptis Archie. Namun, karena keputusan itu, Archie dapat mengklaim gelar Pangeran ketika Pangeran Charles menjadi raja.

5. Princess Anne

Princess Anne. (Foto: Getty Images)

Putri satu-satunya, Princess Anne, menikah dengan Mark Phillips pada 1973. Phillips ditawarkan Earldom oleh Ratu, tetapi berbalik tawaran turun untuk alasan yang tidak diketahui publik. Anak pasangan tersebut, Peter Phillips dan Zara Phillips, kemudian lahir tanpa gelar kerajaan.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Ragam

Berita Terkait: