Pantau Flash
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020
Sisa Laga Kualifikasi PD 2022 Zona Asia Akan Dilanjutkan Oktober-November

5 Kesalahan Kerap Dilakukan Ketika Membersihkan Rumah, Kamu Pernah Lakukan?

5 Kesalahan Kerap Dilakukan Ketika Membersihkan Rumah, Kamu Pernah Lakukan? Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Seberapa sering kamu membersihkan rumah? Setiap pagi dan sore? Hanya akhir pekan? Atau ketika akan ada kegiatan khusus di rumah?

Setiap orang punya alasan sendiri kapan membersihkan rumah dan bagaimana membersihkan rumah. Tapi kadang-kadang orang menerapkan cara yang salah saat membersihkan rumah sehingga meningkatkan risiko sakit. 

Melansir dari Healthline, setidaknya ada lima kesalahan yang biasanya dilakukan ketika membersihkan rumah. 

1. Asal Pilih Produk Pembersih

Seluruh poduk pembersih pasti mengandung banyak bahan kimia. Berhati-hatilah dengan itu. Sebab menggunakan pemutih sebagai pembersih setiap seminggu sekali dapat meningkatkan risiko penyakit paru-paru obstruktif kronik atau PPOK hingga sepertiga kali lipat. 

Kepala The Healthy Facilities Institute Allen Rathey mengatakan senyawa pemutih, amoniak, atau amonium kuaterner (sejenis desinfektan), phthalate, dan banyak senyawa organik mudah menguap (VOCs) dalam produk pembersih umum. Semuanya telah dikaitkan dengan penyakit pernapasan, termasuk asma.

Baca juga: Seberapa Sering Barang-barang di Rumah Harus Dibersihkan?

2. Jarang Membersihkan Alat Vakum

Alat penyedot debu seharusnya dibersihkan secara teratur. Menurut ahli kebersihan yang bekerja di perusahaan pembersih rumah Fantastic Service Ralitsa Prodanova, kuas dan bagian dalam alat vakum pada dasarnya merupakan pabrik kuman bergerak.

Bakteri dan kuman berkembang biak dengan cepat di dalam alat vakum. Penelitian juga menunjukkan bahwa 15 persen dari semua penyedot debu sebenarnya mengandung bakteri E.coli.

3. Jarang Mencuci Lap

Kain lap biasa digunakan untuk membersihkan noda, misalnya tumpahan teh, minyak, dan sebagainya. Kebiasaan orang menunggu hingga lap benar-benar kotor baru meletakkannya di tempat cuci. Padahal lap yang digunakan untuk membersihkan sering lembap.

Hal ini memungkinkan bakteri berkembang biak dengan cepat.

Baca juga: 5 Tips Agar Tidur Kamu Jadi Nyenyak, Nomor 3 Gampang Banget Dicoba!

4. Membiarkan Tutup Kloset Terbuka

Setiap kali toilet disiram, partikel kotoran terlempar ke udara. Kemudian bio-aerosol ini bisa sangat berbahaya, dan udara mudah terkontaminasi oleh virus dan bakteri.

Partikel-partikel berbahaya itu dapat bertahan di udara selama sekitar 30 menit dan yang mengkhawatirkan, penelitian telah menunjukkan bahwa E. coli dan norovirus dapat ditularkan dengan cara ini.

5. Mencuci Talenan dengan Asal

Pada dasarnya, talenan sebagai alas memotong akan meninggalkan bekas pada permukaannya. Bekas ini bisa berbentuk robekan berupa celah-celah kecil atau dalam yang dapat menampung semua jenis kuman jahat, tidak terlihat oleh mata telanjang.

Cairan pencuci standar mungkin tidak bisa menembus celah-celah kecil itu. Oleh karena itu, disarankan menggunakan pemutih untuk membersihkan talenan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: