5 Lagu Protes ‘Rayakan’ Antikritik Presiden dan DPR

Headline
Ilsutrasi Presiden Jokowi dan Gedung DPR (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadilah)Ilsutrasi Presiden Jokowi dan Gedung DPR (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadilah)

Pantau.com – Awas mengkritik anggota DPR dan Presiden bisa dipenjara lho.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru saja mengesahkan UU MD3. Yang bikin heboh dari undang-undang itu adalah soal ‘anti kritik’.

Ya, artinya kita bisa dipenjara jika menghina anggota DPR. Belum lagi soal menghidupkan kembali pasal penghinaan terhadap presiden yang masuk di Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP).

Nah, untuk merayakan keresahan masyarakat terhadap antikritik DPR dan Presiden, berikut lima lagu bernuansa protes yang bisa kamu nikmati.

1. Sunset di Tanah Anarki – Superman Is Dead


Album bertajuk Sunset di Tanah Anarki diketahui sebagai bentuk kritikan Superman Is Dead (SID) terhadap penguasa.

Jerinx drumer mengatakan jika diperhatikan liriknya secara seksama, jelas adanya kemarahan terhadap ketidakadilan dari para penguasa.

2. Di Udara – Efek Rumah Kaca


Efek Rumah Kaca (ERK) menciptakan lagu ‘Di Udara’ untuk didedikasikan kepada Munir Said Thalib alias Munir. 

Di lagu tersebut menceritakan keberanian Munir dalam menyoroti masalah-masalah HAM yang terjadi di Indonesia.

3. Surat Buat Wakil Rakyat – Iwan Fals


Wakil rakyat, seharusnya merakyat. Jangan tidur waktu sidang soal rakyat. itulah penggalan lirik lagu berjudul ‘Surat Buat Wakil Rakyat’. Isinya jelas soal kritik kepada anggota DPR yang seharusnya bekerja bukan tidur.

4. American Idiot – Green Day


Lagu ‘American Idiot’ milik Green Day yang dirilis pada tahun 2004, diciptakan atas kemarahan terhadap Presiden Amerika Serikat ke-43 George W Bush.

5. Mafia Hukum – Navicula


Navicula dalam lagu ‘Mafia Hukum’ sepertinya sedang menyoroti peradilan di Indonesia. Ya, di liriknya menyiratkan koruptor yang masih bisa berkuasa. Intinya orang kaya tidak akan masuk ke penjara.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta