Pantau Flash
Bamsoet: Deklarasi Benny Wenda Makar, Pemerintah Harus Tindak Tegas
Rekor Lagi! Kasus COVID-19 di Indonesia Melonjak Naik 8.369 Hari Ini
Lemhannas: Benny Wenda Tidak Punya Kewenangan untuk Deklarasi Papua Barat
Ditangkap Bareskrim di Bogor, Ustadz Maaher Jadi Tersangka Kasus UU ITE
Dari Penggeledahan Rumah Dinas Edhy Prabowo, KPK Temukan Uang Rp4 Miliar

5 Makanan Sehat yang Sebenarnya Tak Sehat

5 Makanan Sehat yang Sebenarnya Tak Sehat Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Makanan dengan slogan yang dibubuhi kata-kata 'diet', 'rendah lemak' hingga 'tidak mengandung lemak sama sekali' sebenarnya hanyalah topeng dalam memasarkan produk-produk yang sebenarnya tidak sehat bagi tubuh. Sebuah produk bisa saja rendah lemak tapi masih tinggi kandungan gula dan natrium.

Baca juga: Jaga Kesehatan Jantung dengan Konsumsi Makanan Lezat Berikut Ini

Berikut 5 makanan yang kebanyakan orang pikir sehat, namun sebenarnya tidak baik bagi kesehatan.

1. Produk rendah lemak biasanya dikemas dengan tambahan gula untuk meningkatkan rasa 

Lemak memberikan tambahan rasa pada makanan. Ketika kamu menghilangkan lemak pada suatu makanan, maka kamu perlu menambahkan bahan lainnya untuk mempertahankan rasa pada makanan yang dibuat. Salah satunya dengan menambahkan gula, yang tidak hanya menambah rasa manis, namun juga meningkatkan rasa pada makanan atau minuman.

Baik gula maupun lemak dapat menipu otak menuntut lebih banyak makanan dari yang kamu butuhkan sebenarnya, dan ini lah yang menjadi masalah, menurut Scientific American.

2. Beberapa margarine mengandung formula yang tidak sehat

Beberapa jenis margarin, memiliki tingkat lemak trans yang lebih tinggi dari mentega. Yang mana dapat menurunkan jumlah kolestetol baik (HDL) dan meningkatkan kolestetol jahat (LDL) dalam tubuh.

Manusia membutuhkan sejumlah lemak dalam makanan mereka agar tetap sehat. Terkadang mentega lebih baik daripada margarin. Hal yang perlu diingat adalah, kita harus membatasi asupan lemak yang masuk ke dalam tubuh dan selalu memperhatikan jenis lemak apa yang ada di dalam makanan kita. Kita harus membatasi asupan lemak jenuh yang kita makan, dan menghindari lemak trans sebanyak mungkin.

3. Membeli smoothie kemasan tidak selalu menjadi pilihan yang sehat

Buah dan sayuran faktanya adalah makanan yang sehat. Jadi, membeli smoothie buah dan sayuran tampak seperti pilihan yang sehat, bukan?

Sayangnya, menurut Women's Health Magazine, sebagian besar smoothie kemasan mengandung banyak gula dan tembahan lemak. Untuk itu lebih baik jika kamu membuat smoothie sendiri di rumah, dengan memblender buah-buahan dan sayuran segar sendiri.

4. Oatmeal instan mengandung gula, pengawet, dan tidak memiliki kandungan kalori sama sekali

Oat dan gandum jika berdiri sendiri merupakan pilihan makanan sehat dan cemilan yang baik. Namun, ketika mereka dimasak atau disajikan dengan tambahan gula, sirup maple dan natrium yang sering hadir di dalam saset kecil oatmeal instan maka sarapan yang anda pikir sehat, merupakan salah besar.

5. Makanan beku kemasan biasanya dikemas dengan natrium dan pengawet

Tidak seperti sayuran beku polos, makanan siap saji yang dibekukan biasanya dikemas dengan natrium dan pengawet. Dan tentu saja hal ini tidak baik untuk kesehatan kamu.

Baca juga: Tak Perlu Operasi, Buat Sendiri 'Obat' Awet Muda di Rumah

Jika kamu sedang terburu-buru dan tidak memiliki waktu untuk memasak selama seminggu ke depan, cobalah untuk mengukus beras dan sayuran, lalu masak beberapa makanan berprotein dan simpan di dalam kulkas pada awal minggu sebagai gantinya. Kamu hanya perlu memanaskan makanan yang telah  disiapkan tersebut nantinya.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: