Pantau Flash
Kemenhub: Sepeda Akan Dibagi Jadi 2 Kategori dengan 7 Jenis Persyaratan
Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris Positif COVID-19
Tim SAR Kerahkan 4 Helikopter ke Paniai Evakuasi Heli PT NUH
Total Kasus Positif di Lingkungan KPK Mencapai 115 Orang
Pesawat Dabi Air Ditembaki di Bandara Bilogai Papua oleh KKB

5 Masjid Tertua dan Bersejarah di Indonesia, Masih Kokoh hingga Sekarang

5 Masjid Tertua dan Bersejarah di Indonesia, Masih Kokoh hingga Sekarang Ilustrasi masjid. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-11 yang dibawa oleh pedagang dari Gujarat, India. Sejak saat itu, perkembangan Agama Islam hingga kini sangat pesat.

Peninggalan kerajaan Islam pun tak kelah melekat bagi perkembangan Indonesia. Salah satunya adalah masjid. Ya keindahan arsitektur masjid memenang memiliki ketenangan tersendiri.

Berikut 5 masjid paling tua di Indonesia yang dirangkum Pantau.com.

5. Masjid Agung Sang Ciptarasa, Cirebon, Jawa Barat (1478)


Masjid Agung Sang Ciptarasa. (Foto: Istimewa)

Masjid ini ini dibangun pada tahun 1478 oleh Sunan Gunung Jati. Masjid awalnya merupakan usulan dari Dewi Pakungwati, Istri pertama Sunan Gunung Jati.

Masjid yang berada di kawasan Keraton Kesepuhan Cirebon, diarsiteki oleh Raden Fatah, Sultan Kerajaan Demak. Masjid ini berukuran 20x20 meter dengan atap limas berususun tiga mirip seperti Masjid Agung Demak. 

Namun denah atap dan bangunannya tidak bujur sangkar tapi berbentuk persegi panjang. Konon, bentuk itu mewakili sifat feminimnya yang membedakan dengan Masjid Agung Demak.

Baca juga: Infografis Profil Masjid Tertua di Indonesia, Lebih Tua dari Majapahit

4. Masjid Agung Demak, Demak, Jawa Tengah (1477)


Masjid Agung Demak. (Foto: wikipedia)

Masjid yang diperkirakan dibangun pada abad 15 Masehi itu terletak di desa Kauman, Demak, Jawa Tengah.  Masjid Agung Demak Dipercaya sebagai tempat berkumpulnya Walisongo di masa lalu. Intinya adalah untuk memikirkan penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. 

Pendiri masjid ini diperkirakan adalah Raden Patah, sultan pertama Kesultanan Demak, pada sekitar abad ke-15 Masehi. Di dalam lokasi kompleks masjid terdapat beberapa makam sultan Kesultanan Demak dan para pembantunya. 

Pembanguan masjid ini menerapkan arsitektur dengan atas limas bersusun. Dan terbukti, karya itu menjadi ngetop di dunia, Malaysia hingga Brunei Darussalam pun menirunya. 

3. Masjid Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur (1421)


Masjid Sunan Ampel. (Foto: wikipedia)

Masjid ini didirikan oleh Raden Achmad Rachmatullah atau yang lebih dikenal dengan Sunan Ampel pada tahun 1421, di dalam kawasan kerajaan Majapahit. Masjid yang indah memiliki perpaduan desain Jawa kuno dan Arab.

Sunan Ampel sendiri wafat pada tahun 1481. Jenazahnya dimakamkan di bagain barat masjid. Selain Sunan Ampel, ada pula makam Mbah Sonhaji atau Mbah Bolong dan juga makam Mbah Soleh, pembantu Sunan Ampel yang bertugas membersihkan masjid.

Baca juga: Deretan Kerajaan Islam di Balik Sejarah Perkembangan Indonesia

2. Masjid Wapauwe, Maluku Tengah, Maluku (1414)


Masjid Wapauwe. (Foto: wikipedia)

Masjid yang dibangun pada tahun 1414 Masehi berada di Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Masjid ini sekaligus menjadi sejarah masuknya Islam ke kepulauan Maluku.

Bangunan induk masjid berukuran 10 x 10 meter, sedangkan bangunan tambahan yang merupakan serambi berukuran 6,35 x 4,75 meter. Bangunannya berbentuk empat bujur sangkar.

Di masjid ini tersimpan Mushaf Alquran konon katanya termasuk yang tertua di Indonesia. 

1. Masjid Saka Tunggal Banyumas (1228M)


Masjid saka Tunggal (Foto: wikipedia)

Berada di Desa Cikakak, Wangon, Banyumas, Jawa Tengah, masjid tertua di Indonesia itu bernama Masjid Saka Tunggal. Dinamakan Saka Tunggal adalah karena masjid tersebut dibangun dengan satu tiang pancang di tengahnya.

Di tiang pancang tersebut, terdapat ukiran yang menyatakan bahwa masjid tersebut dibangun pada tahun 1288. Itu berarti, usia Masjid Saka Tunggal lebih tua dari kerajaan Majapahit yang baru berdiri pada tahun 1294 masehi.
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta