Pantau Flash
Survey BI: Penjualan Eceran pada Mei 2020 Turun 20,6 Persen
PBB Umumkan Amerika Serikat Keluar dari WHO
KPK Panggil 2 Saksi Kasus Suap Gratifikasi Sekretaris Mahkamah Agung
Komisi II: Mayoritas Fraksi Ingin Turunkan Ambang Batas Presiden 15 Persen
Menkeu Targetkan Penjaminan Kredit Modal Kerja Capai Rp80 Triliun

5 Profesi Paling Banyak Dicari di Indonesia Saat Ini

5 Profesi Paling Banyak Dicari di Indonesia Saat Ini Ilustrasi Interview. (Foto: Medium)

Pantau.com - Seiring perkembangan zaman dan teknologi, profesi yang banyak dicari atau diminati pun kerap berganti. Banyaknya pekerjaan-pekerjaan baru yang saat ini mulai bermunculan seakan menjawab kebutuhan pasar akan keragaman lapangan pekerjaan untuk para generasi muda yang baru saja lulus dari bangku kuliah. Namun, tak hanya para fresh graduate, ternyata para first jobber pun banyak yang ingin terus meningkatkan jenjang karir dan menemukan pekerjaan impian mereka.

Tahukah Kamu bahwa tidak hanya pencari kerja yang kesulitan mencari pekerjaan, namun ada beberapa industri atau perusahaan di Indonesia yang kesulitan mencari pekerja? Berikut adalah 5 profesi yang paling banyak dibutuhkan di Indonesia saat ini.

1. Sosial Media Strategist


Social Media Strategist. (Foto: gameofglam.com)

Di zaman teknologi seperti sekarang, sepertinya hampir semua orang setidaknya mempunyai 1 akun Facebook dan Twitter atau akun-akun social media lain. Penggunaan social media yang sangat tinggi saat ini memang memunculkan lahan kerja baru yang menggiurkan. Sebagai bagian dari strategi promosi, banyak brand yang membutuhkan tenaga admin untuk mengelola situs web ataupun media sosial. Bayangkan, Kamu akan dibayar hanya untuk ‘bermain-main’ seharian di Facebook, Twitter, Path, Instagram dan akun media lainnya yang sedang tren saat ini.

2. Marketing


Marketing. (Foto: blokboek.net)

Setiap perusahaan apapun bidangnya pasti membutuhkan tenaga marketing baik itu market research analyst ataupun marketing specialist. Untuk menaikkan angka penjualan suatu perusahaan dibutuhkan tim marketing yang baik dan solid sehingga kebutuhan akan ahli marketing akan selalu besar. Jobstreet.com melakukan sebuah riset terhadap 72 perusahaan mengenai jenis tenaga kerja yang sangat mereka butuhkan. Dari survei tersebut didapatkan hasil bahwa sebanyak 37,1% perusahaan membutuhkan ahli marketing untuk perusahaannya. Dari gambaran tersebut sudah bisa disimpulkan bahwa tenaga marketing akan terus banyak dibutuhkan tiap tahunnya.

Baca Juga: 5 Ilusi Optik Ini Bakal Bikin Kamu Melongo, Kok Bisa?

3. Translator


Translator. (Foto: generalassemb.ly)

Dilansir dari Forbes, tahun ini diperkirakan akan ada kenaikan lowongan penerjemah sebanyak 42% di seluruh dunia. Alasannya Selain karena masalah globalisasi, masuknya berbagai institusi dan perusahaan asing ke berbagai negara juga membutuhkan penerjemah untuk mempermudah pekerjaan mereka. Itulah alasan kenapa penerjemah merupakan pekerjaan yang menjanjikan untuk wanita saat ini. Beberapa bidang pekerjaan yang membutuhkan penerjemah adalah edukasi, rumah sakit, perusahaan internasional, kedutaan dan masih banyak lagi.

4. Data Analyst


Data Analyst. (Foto: iProspect.com)

Berdasarkan jawaban para eksekutif perusahaan, orang dengan profesi data analyst diperlukan untuk menafsirkan data yang selanjutnya digunakan dalam pertimbangan pengambilan keputusan perusahaan. Sekarang, hampir semua data tersedia dalam format digital dan diperlukan seorang data analis untuk bisa membaca data yang besar.

Baca Juga: Awas Melongo! 10 Tempat Antah Berantah Ini Ternyata Sudah Ada Wi-Fi

5. Software Engineering


Software Engineering. (Foto: YouTube)

Peranan software engineering sangat penting dan semakin diperlukan. Pasalnya, saat ini lahir berbagai bisnis start up berbasis teknologi. Semakin majunya perkembangan teknologi di Indonesia berimbas pada naiknya kebutuhan akan ahli rekayasa perangkat lunak (software engineer). Profesi sebagai software engineer tidak hanya membutuhkan seseorang yang cerdas tetapi juga memiliki kreativitas dan ketekunan yang tinggi karena pekerjaan ini tidak hanya terpaku pada pengembangan perangkat lunak, tetapi juga pada manajemen kualitasnya.

Tim Pantau
Editor
Kontributor - ANU
Penulis
Kontributor - ANU

Berita Terkait: