Pantau Flash
Sang Adik Positif Korona, Via Vallen: Jangan Kucilkan Mereka
Protokol New Normal di Tempat Kerja: Pekerja Tidak Boleh Terlalu Lelah
Puluhan Tahanan di Meksiko Terinfeksi Virus Korona
Analis: COVID-19 Miliki Dampak Luar Biasa pada Keuangan Rumah Tangga
FIFA Jatuhkan Skors ke Presiden Federasi Sepakbola Haiti

5 Trik Jitu Hadapi Pertanyaan 'Kapan Nikah?' Anti Baper

5 Trik Jitu Hadapi Pertanyaan 'Kapan Nikah?' Anti Baper Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Buka puasa bersama (bukber) sering dijadikan kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga atau teman lama, tapi dalam momen itu terkadang terlontar pertanyaan pribadi seperti 'kapan punya pacar', 'kapan menikah', 'kapan punya anak', dan sebagainya.

Baca juga: Arti Baper

Meski terdengar biasa saja, tapi pertanyaan sederhana tersebut terkadang bisa saja membuat kesal atau merasa membosankan untuk menjawabnya.

Tapi tenang pakar Psikologi Anna Surti, S.Psi.,M.Si memberikan lima trik jitu mengatasi 'pertanyaan ajaib' yang seringkali membuat keki itu.

1. Sadar diri

Sadar diri yang dimaksud, sadar dimana budaya dan kebiasaan masyarakat Indonesia yang cenderung ingin tahu masalah pribadi orang lain, jadi jangan terlalu kaget hingga memasukkan ke dalam hati.

"Pokoknya intinya begini, pertama sadari bahwa emang begitulah budaya kita, terus jadi jangan terlalu masukkin ke hati," ujar Anna

2. Siapkan jawaban

Jawaban yang diberikan menurut Anna tidak harus serius, bisa berupa candaan, aneh, konyol atau bisa juga berupa meminta doa, dengan cara ini biasanya si penanya tidak akan menindaklanjuti lebih jauh.

"Jadi cair aja segala jawaban sekonyol mungkin juga enggak apa-apa. Tapi kan jadinya kita jadi enjoy ngejawabnya. Tapi jika memungkinkan, bilang aja sama orangnya terus terang, 'aduh sorry banget, jangan tanyain gitu gue baru putus nih'," jelasnya.

3. Alihkan dengan cara bertanya

Anna menyarankan untuk tidak terlalu fokus dan berniat menjawab serius, bisa dengan menjawab singkat lalu alihkan dengan berikan pertanyaan balik kepada si penanya tentang dirinya, namun hindari topik yang sama.

"Menghindarlah dengan cari bertanya, jadi daripada kita menjawab, 'Bude ini setahun lalu juga nanyanya begitu, eh bude apa kabar sekarang?, Bude kayaknya ini deh tambah segeran, itu gimana tipsnya?'. Jadi akhirnya fokusnya balik ke beliau," paparnya.

4. Jangan dimasukkan ke hati

Biasanya jika sudah sangat mengganggu, karena tuntutan lingkungan wanita cenderung mudah terbawa perasaan (baper), sehingga disarankan tidak dimasukkan ke dalam hati, karena biasanya itu hanya pertanyaan sepintas lalu.

"Jangan masukin ke hati, karena mereka enggak tahu, pertanyaan lain yang bisa ditanyakan. Enggak ada pertanyaan lain jadinya gitu," ungkapnya.

Baca juga: Ungkap Karakter Seseorang dari Caranya Berjabat Tangan

5. Bicara terus terang

Kalau sudah tidak tahan, maka Anna menyarankan untuk menjawab terus terang kepada penanya untuk tidak menanyakannya kembali, dengan alasan tidak suka. Maka dengan sendirinya orang itu akan mengerti, termasuk keluarga.

"Kalau aku lebih suka terus terang aja, kita bisa bilang 'duh maaf ya jangan tanya dulu deh itu, aku lagi enggak enak nih ditanya begitu," tutupnya.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: