Pantau Flash
PSBB di Kota Bekasi Diperpanjang hingga 2 Juli 2020
PSBB Masa Transisi, Gojek: Driver Dapat Layani Penumpang 8 Juni
Rapimnas Gerindra Minta Prabowo Kembali Pimpin Partai
Akibat COVID-19, BKPM Akan Revisi Target Realisasi Investasi
BMKG Prediksi Banjir Rob di Cirebon Terjadi hingga 6 Juni

60 Persen Lebih Pengguna Cek Smartphone Setelah Bangun Tidur

60 Persen Lebih Pengguna Cek Smartphone Setelah Bangun Tidur Pengguna Smartphone. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Menurut sebuah survei yang dilakukan Deloitte Global Mobile Consumer menyatakan, memeriksa smartphone lima menit sekali ternyata banyak dilakukan oleh hampir 61 persen orang saat mereka baru terbangun dari tidur.

Survei tersebut menemukan fakta, bahwa ternyata angka tersebut meningkat menjadi 88 persen jika memasukkan mereka yang menggunakan waktu kurang dari 30 menit saat bangun untuk memeriksa ponsel.

Baca Juga: Penelitian: Kecanduan Smartphone Berdampak Buruk Bagi Masa Depan Anak

Tak hanya itu, sekitar 96 persen dari responden survei mengaku membutuhkan waktu sekitar kurang dari satu jam untuk mengintip notifikasi yang masuk ke ponsel setiap pagi. Menariknya, 74 persen responden juga memeriksa ponsel mereka sekitar 15 menit sebelum tidur.

"Studi ini menunjukkan bahwa penggunaan smartphone telah meningkat pesat. Smartphone telah diidentifikasi sebagai pengganggu dalam banyak kegiatan sehari-hari yang umum. Temuan ini mengungkapkan bahwa smartphone telah menerobos ruang pribadi dan kehidupan," ujar Neeraj Jain, mitra Deloitte Touche Tohmatsu India.

Baca Juga: Main Smartphone Saat Istirahat Tak Membuat Kinerja Jadi Optimal Lho!

Survei tersebut menyertakan 2.000 responden dari India yang juga menemukan bahwa jaringan sosial dan pesan instan merupakan dua hal yang konsumen periksa saat bangun, kemudian diikuti email dan pesan teks.

Responden dari India mengaku menggunakan perangkat mereka untuk memeriksa saldo bank (54 persen), membayar tagihan (54 persen) dan tagihan jasa (53 persen), kemudian mentransfer uang dalam negeri (38 persen) dan di luar negeri (31 persen). Demikian seperti dilansir Indian Express.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Kontributor - SIG

Berita Terkait: