Amber Heard Sebut Dipukul Johnny Depp saat Bulan Madu

Headline
Amber Heard (Foto: Instagram)Amber Heard (Foto: Instagram)

Pantau.com – Bersaksi dalam kasus pencemaran nama baik yang diajukan Johnny Depp terhadapnya, Amber Heard menyebut aktor tersebut sebagai pelaku yang diganggu oleh kecanduan narkoba, kecemburuan, dan melakukan aksi melukai diri sendiri.

Depp sendiri telah berulang kali membantah telah melakukan pelecehan.

Di pengadilan pada hari Senin, (16/5) waktu setempat, Heard dengan berlinang air mata mengatakan kepada juri bahwa dia yakin dia berpotensi “tidak  selamat” jika dia tetap menikah dengan Depp.

“Saya sangat takut bahwa itu akan berakhir sangat buruk bagi saya,” katanya. “Saya benar-benar tidak ingin meninggalkannya. Saya sangat mencintainya.”

Heard menuduh Depp berulang kali melakukan kekerasan fisik. Senin (16/5) waktu setempat, dia menuduh bahwa Depp menyerangnya saat naik kereta Orient Express di Asia setelah pernikahan mereka pada Februari 2015. Ia mengklaim bahwa Depp memukulnya dan memegang lehernya saat berada di kompartemen tidur mereka.

“Dia menekan leher saya ke gerbong kereta untuk waktu yang terasa sangat lama,” katanya.

Heard menyebut ia sempat berfikir Depp bisa saja membunuhnya.

Heard juga menjelaskan “minggu neraka” yang ia lalui setelah Depp diduga cemburu setelah dia ditawari peran dengan James Franco. Dia mengklaim Depp meninju dan melemparkannya ke furnitur.

Walaupun Heard mengatakan bahwa pernikahan itu “kadang-kadang, sangat penuh kasih”, pernikahan itu memburuk dari waktu ke waktu hingga ke titik di mana ketegangan dan kekerasan menjadi “hampir normal” di antara mereka.

Mereka bercerai pada 2017, setelah dua tahun pernikahan.

Dengan pertengkaran mereka yang semakin sering terjadi, Heard mengklaim bahwa Depp sering melukai diri sendiri.

“Dalam perkelahian dia sering memotong lengannya atau menempelkan pisau ke dadanya atau mengeluarkan darah, awalnya secara dangkal,” katanya. “Dia juga mematikan rokok di dirinya sendiri.”

Pengacara Depp menantang klaim Heard saat mereka memulai pemeriksaan silang pada Senin sore.

Pengacara Camille Vasquez mempertanyakan kesaksian Heard sebelumnya, mengapa ada begitu sedikit foto dan catatan medis untuk mendukung klaim cedera fisik dari dugaan pemukulannya.

Heard pun membalas bahwa, karena malu menjadi korban pelecehan, dia tidak mencari perawatan medis, kecuali mendatangi terapis. Sebaliknya, Heard mengaku hanya mengandalkan riasan untuk menutupi memar dan es untuk mengurangi pembengkakan.

Dalam kasus ini, Vasquez meminta Heard untuk mengakui bahwa dia telah ‘berjanji’ untuk menyumbangkan keseluruhan uang penyelesaian perceraian sebesar $ 7 juta (sekitar Rp102 miliar) dengan Depp untuk amal, tetapi nyatanya Heard belum memberikan sumbangan apa pun.

Dia juga menyadari bahwa bahwa Depp tidak pernah menatap mata Heard selama persidangan.

“Dia tidak bisa,” jawab Heard.

Dalam kesaksian Depp sendiri di awal persidangan, dia mengatakan bahwa dia tidak pernah memukul Heard.

Depp  mengatakan kepada juri bahwa Heard “membutuhkan” konflik dan kekerasan.

Pada hari Senin (16/5), juri mendengar sejumlah klip audio perdebatan dari mantan pasangan ini. Dalam satu klip, yang menjadi viral menjelang persidangan, Heard terdengar mengatakan dia memukul Depp.

“Saya memukul Anda. Saya tidak meninju Anda,” katanya. “Anda tidak dipukul.”

Menurut Heard, dia kadang-kadang “secara reaktif” memukul Depp dan mengklaim bahwa kekuatan mereka berbeda.

Kasus pencemaran nama baik terhadap Heard ini berawal mula dari artikel pada 2018 yang dia tulis untuk Washington Post, di mana dia menyebut dirinya sebagai korban pelecehan.

Meski karya itu tidak menyebutkan nama Depp, pengacara Depp, bagaimanapun, mengatakan bahwa artikel itu telah merusak reputasi dan karir Depp.

Tim Pantau
Sumber Berita
BBC