Pantau Flash
Total Ada 16 Orang Ditangkap Terkait OTT Bupati Banggai Laut
Dokter: Kelelahan pada Penyintas Korona Jadi Gejala Fenomena 'Long COVID'
Bamsoet: Deklarasi Benny Wenda Makar, Pemerintah Harus Tindak Tegas
Rekor Lagi! Kasus COVID-19 di Indonesia Melonjak Naik 8.369 Hari Ini
Lemhannas: Benny Wenda Tidak Punya Kewenangan untuk Deklarasi Papua Barat

Antony Hillenaar Cabut Laporan, Kriss Hatta Bebas?

Headline
Antony Hillenaar Cabut Laporan, Kriss Hatta Bebas?

Pantau.com - Anthony Hillenaar, pihak pelapor atas kasus dugaan penganiayaan yang menetapkan Kriss Hatta sebagai tersangka, resmi mencabut laporannya pada Kamis (8/8/2019).

Pencabutan laporan itu dilakukan lantaran pihaknya telah bertemu dengan pihak Kriss unruk memutuskan menyelesaikan permasalahan itu secara kekeluargaan.

"Kita sudah ketemu juga sama Kriss, sudah berjabat tangan, sehingga sudah menarik laporan polisi pada 6 April. Kita semua sudah mengikuti proses dan prosedur yang kita tulis sesuai pada perjanjian," ucap Anthony di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019).

Baca juga: Kriss Hatta Minta Damai, Antony Hillenaar Belum Terbuka Hatinya

Hanya saja, untuk persetujuan masih menunggu keputusan dari penyidik Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Secara terpisah, ibunda Kriss Hatta, Tuty Suratinah menyebut bahwa kasus yang menjerat anak tercintanya itu telah diselesaikan secara damai. Sehingga, Tuty berharap penyidik akan menyetujui pencabutan laporan dan putra kesayangannya itu dapat segera bebas.

"Kita damainya kekeluargaan saja. Saya berharap anak saya keluar malam ini," kata Tuty.

Baca juga: Antony Hillenaar Hanya Buka 10 Persen Kesempatan Damai untuk Kriss Hatta

Diberitakan sebelumnya, Kriss Hatta harus berurusan dengan polisi lantaran terlibat kasus dugaan penganiyaan di salah satu tempat hiburan malam di kawasan Jakarta.

Akibat kejadian itu, korban yang merupakan artis FTV Antony Hillenaar itu mengalami patah hidung. Laporan atas kasus itu telah tertuang dalam laporan polisi nomor LP/2109/IV/2019/PMJ/Dit. Reskrimum tanggal 6 April 2019.

Sehingga, akibat perbuatannya, Kris Hatta dijerat dengan Pasal 351 tentang penganiyaan dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: