Pantau Flash
Jubir Sebut 75 Persen Pasien COVID-19 di 11 Provinsi Telah Sembuh
Bamsoet Mendesak Kementan Segera Lakukan Uji Klinis Antivirus Korona
Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 di Wisma Atlet Bertambah Menjadi 3.586 Orang
Seluruh Pasien COVID-19 di Klaster Terbesar Gunung Kidul Telah Sembuh
Soal Larangan Tampil di Liga Champions, Guardiola Yakin City Menang Banding

Awas! Makan Gorengan Seminggu 3 Kali, Tingkatan Risiko Jantung dan Stroke

Awas! Makan Gorengan Seminggu 3 Kali, Tingkatan Risiko Jantung dan Stroke Ilustrasi gorengan. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Sebagian dari kita mungkin setuju kalau makanan gorengan merupakan salah satu cemilan yang nikmat. Kalau pun dijadikan lauk sebagai teman nasi, kenikmatan gorengan tetap tak berkurang. 

Tapi, sobat Pantau juga perlu hati-hati. Terlalu banyak makan gorengan bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke lho.

Sebuah penelitian bahkan menyebutkan bahwa orang yang makan gorengan 1 hingga 3 kali seminggu memiliki risiko serangan jantung dan stroke 7 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang makan gorengan kurang dari sekali dalam sepekan. Sementara mereka yang makan gorengan setiap hari, risikonya melonjak hingga 14 persen lebih tinggi.

Ahli diet terdaftar Amerika Serikat, Dana Angelo White mengaku tidak terkejut dengan temuan tersebut. 

Baca juga: 5 Makanan Ini Bisa Bikin Usus Kamu Sehat Lho, Nomor 4 Biasa Ada di Dapurmu!

"Makan sedikit sesuatu yang digoreng bukanlah akhir dunia, tetapi semakin (sering atau banyak) Anda makan makanan yang digoreng, semakin buruk bagi Anda," kata Dana Angelo White, associate professor di Quinnipiac College di Hamden, Connecticut seperti dilansir webmd.

Penelitoan sebelumnya telah menghubungkan makanan gorengan dengan penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, gagal jantung, obesitas dan tekanan darah tinggi. Sebuah penelitian yang dirilis pada Januari lalu melaporkan bahwa wanita yang makan lebih dari satu porsi makanan goreng seminggu meningkatkan risiko penyakit jantung dan kematian dini.

Penelitian ini dipimpin oleh Jacqueline Honerlaw dari Departemen Urusan Veteran AS dan Pusat Penelitian dan Informasi Epidemiologi Veteran Massachusetts. Mereka meneliti 155 ribu veteran militer, kebanyakan laki-laki (90 persen) dan usia mereka rata-rata adalah 64 tahun.

Honerlaw dan rekan-rekannya bertanya kepada peserta studi tentang makanan yang mereka makan, termasuk makanan yang digoreng. Kurang dari setengahnya mengatakan mereka makan gorengan kurang dari sekali seminggu.

Sekitar sepertiga dari mereka menggoreng makanan 1 hingga 3 kali seminggu. Hanya sekelompok kecil-sekitar 5 persen-yang mengatakan mereka makan makanan yang digoreng setiap hari.

Baca juga: Pakar Jelaskan Mitos Daging Kambing, Termasuk Torpedo untuk Kejantanan Pria

Hasilnya, selama 3 tahun dalam penelitian, sebanyak 6.800 orang memiliki penyakit jantung atau stroke.

Sementara itu, Eugenia Gianos, Direktur Kesehatan Jantung Wanita di Rumah Sakit Lenox Hill di New York City. Dia mengatakan hubungan antara gorengan dan penyakit jantung dan stroke paling besar pada mereka yang mengonsumsi gorengan lebih banyak, bahkan setelah memperhitungkan faktor gaya hidup dan pola makan lainnya.

Gianos, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan temuan itu terbatas karena hanya melibatkan sejumlah kecil responden perempuan. Tetapi Angelo White menunjukkan bahwa informasi nutrisi umumnya tidak berbeda antara pria dan wanita.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: