Pantau Flash
Apple Dikabarkan Tunda Peluncuran iPhone 9 Akibat Virus Korona
Komisioner KPAI Sitti Himawatty Minta Maaf Soal Hamil di Kolam Renang
Survei Indo Barometer: Prabowo Diunggulkan Jadi Capres 2024, Anies Kedua
Lagi, RSHS Bandung Tangani Pasien Suspect Virus Korona
WHO: Dunia Harus Bertindak Cepat Cegah Virus Korona

Awas! Sering Begadang Dapat Sebabkan Obesitas

Awas! Sering Begadang Dapat Sebabkan Obesitas Ilustrasi Begadang. (Foto: medicalnewstoday)

Pantau.com - Kekurangan tidur dapat menyebabkan metabolisme menjadi lambat, sehingga tubuh pun menggunakan lebih sedikit energi, pada akhirnya dapat memicu timbulnya obesitas.

Seperti dilaporkan dalam Jurnal Gizi Klinis Amerika, yang mengungkapkan bahwa kurangnya tidur dapat menyebabkan peningkatan berat badan, tidak hanya menaikkan rasa lapar tetapi juga mengurangi kecepatan ritme pembakaran kalori.

Penelitian sebelumnya mengaitkan kekurangan tidur dengan peningkatan berat badan dan juga menunjukkan bahwa tidur yang terganggu juga mengganggu tingkat stres dan hormon yang berhubungan dengan rasa lapar selama tersadar.

Baca Juga: Internet Dapat Bantu Tingkatkan Daya Ingat dan Ketajaman Otak

Untuk membantu mengidentifikasi mekanisme yang tepat mengenai kenapa kekurangan tidur dapat menyebabkan pengaruh tersebut, peneliti menguji 4 mahasiswa dalam serangkaian "pengondisian" pola tidur dalam beberapa hari, kemudian diukur perubahan jumlah makanan yang dikonsumsi, gula darah, tingkat hormonal serta mengukur tingkat metabolismenya.

Para ilmuwan menemukan, hanya dengan ketinggalan tidur satu malam memperlambat metabolisme pada keesokan paginya, mengurangi pengeluaran energi untuk sejumlah pekerjaan seperti bernapas dan mencerna sebesar lima hingga 20 persen, dibanding pada orang dengan tidur yang cukup.

Sekelompok lelaki muda itu juga memiliki tingkat gula darah yang tinggi, hormon pengatur rasa lapar seperti ghrelin, dan hormon stres seperti cortisol yang tinggi setelah tidur yang terganggu.

Baca Juga: Ini Alasan Pria Tertarik Wanita dengan Sepatu Hak Tinggi

Namun, kekurangan tidur tidak meningkatkan banyaknya makanan yang dikonsumsi oleh para lelaki itu.

Sejumlah penelitian telah mengawasi bahwa orang yang tidur lima jam atau kurang per hari menjadi lebih rentan terhadap naiknya berat badan dan penyakit berhubungan dengan berat badan seperti diabetes tipe-2. Tetapi penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa kekurangan tidur sebagai penyebab naiknya berat badan.

Sejumlah pakar mengatakan bahwa beberapa faktor seperti gaya hidup dan pola makan kemungkinan menambah resiko obesitas dan itu tidak jelas apakah kekurangan tidur menyebabkan obesitas.

Tim Pantau
Editor
Kontributor - ANU
Penulis
Kontributor - ANU
Category
Ragam

Berita Terkait: