Pantau Flash
Dilarikan ke Puskesmas! Puluhan Warga Alami Luka Bakar Akibat Awan Panas Gunung Semeru
Jembatan Penghubung Lumajang-Malang Putus Diterjang Lahar Dingin Gunung Semeru!
Polri Sosialisasikan Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK Pekan Depan
Gunung Semeru Meletus, Gubernur Khofifah Perintahkan Segera Evakuasi Warga
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diperingatkan untuk Selamatkan Diri

Bantahan Facebook Kerap Dituding Jual Beli Data

Bantahan Facebook Kerap Dituding Jual Beli Data Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Raksasa jejaring sosial Facebook menegaskan tidak menjual data pengguna karena bisnis mereka tidak didasari pada praktik tersebut.

"Kami tidak mejual data pengguna. Itu bukan model bisnis kami," kata Privacy and Public Policy Manager Facebook Asia Pasifik, Arianne Jimenez, kepada media di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Baca juga: Facebook Kembangkan Aplikasi Berkirim Pesan Terkoneksi dengan Instagram

Bisnis Facebook, seperti dijelaskan Jimenez, berada di penjualan iklan kepada klien mereka.

Platform Facebook sejak tahun lalu diterpa isu keamanan siber setelah skandal kebocoran data yang melibatkan Cambridge Analytica terkuak, berdampak pada puluhan juta pengguna terutama di Amerika Serikat.

Pertengahan Agustus lalu Facebook diketahui bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menyalin klip audio dan membuat transkripsi pembicaraan. Cuplikan klip audio tersebut diambil dari aplikasi Facebook Messenger untuk diperiksa apakah kecerdasan buatan mereka benar dalam menafsirkan pesan.

Melansir Bloomberg, Facebook sudah menghentikan tinjauan audio tersebut.

Senator partai Demokrat Amerika Serikat, Gary Peters mengirim surat pada Facebook, Mark Zuckerberg terkait masalah ini.

Baca juga: Ubah Kebijakan, Facebook Serahkan Kendali Data Kepada Pengguna

Dikutip dari Reuters, dalam surat tersebut terungkap bahwa Facebook beberapa waktu setelahnya mengirimkan jawaban tertulis untuk Kongres bahwa mereka mengakses audio pengguna ketika pengguna mengaktifkan fitur tertentu untuk layanan Facebook.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang

Berita Terkait: