Pantau Flash
Peneliti Indonesia Ikut Riset Gabungan Temuan Obat Covid-19 di Bawah WHO
Presiden Jokowi: Pemerintah dengan BI dan OJK Optimalkan Kebijakan Moneter
Kepanikan Akibat Korona Mereda, BI: Modal Asing Mulai Masuk
Seluruh Atlet PBSI Negatif COVID-19 Usai Jalani Rapid Test
Pegadaian Ajak Masyarakat untuk Gunakan Transaksi Digital

Beberapa Negara di Dunia, Larang 5 Jenis Makanan Ini Dikonsumsi, Apa Saja?

Beberapa Negara di Dunia, Larang 5 Jenis Makanan Ini Dikonsumsi, Apa Saja? ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Bagi seorang traveller, pastinya juga tak akan melewatkan untuk menjelajah berbagai makanan khas yang mereka singgahi untuk sekedar mencicipi makanan tersebut. Namun siapa sangka, beberapa jenis makanan ini dilarang di beberapa negara di dunia. Mulai dari kaviar yang merupakan salah satu makanan mahal hingga permen karet. Tentu saja pelarangan ini ada sebab dan alasannya.

Baca juga: 5 Makanan Paling Ekstrem Dari Seluruh Dunia, Nomor 2 Paling Menjijikkan

Untuk itu, berhati-hatilah saat akan mencicipi makanan agar kalian terhindar dari hukum  yang bisa-bisa malah akan mempersulit kalian. Lalu jenis makanan apa saja yang dilarang di beberapa negara untuk dikonsumsi, berikut ulasannya:

1. Kaviar

Kaviar (Foto: The Dailymeal.com)

Kaviar Beluga merupakan bahan makanan mahal yang dijual hingga menyentuh angka $200 atau sekitar Rp 2,8 juta per ons. Kaviar Iran ini merupakan jenis kaviar termahal yang didapat dari ikan sturgeon beluga.

Meksi begitu, impor kaviar Beluga hukumnya ilegal di Amerika Serikat. Sebab sejak tahun 2005 status ikan itu masuk dalam spesies ikan yang terancam punah. Penangkapan ikan sturgeon beluga secara besar-besaran jadi salah satu alasan hal ini ini terjadi.

2. Daging Kuda

Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Jika di Indonesia daging kuda masih mudah ditemui dan menjadi salah satu menu favorit dengan cara disate, maka berbeda hal dengan Amerika dan Inggris. Aktivis hewan di dua negara tersebut sepakat untuk tidak menjadikan kuda sebagai makanan karena kuda menjadi salah satu hewan yang tak lazim untuk diolah menjadi makanan.

3. Permen Karet

Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Hal sederhana yang lainnya adalah mengunyah permen karet. Meskipun di Singapura memang tidak ilegal namun penjualan permen dihentikan pada tahun 1992. Ada peraturan soal siapapun yang mengimpor atau kedapatan punya permen karet, bisa ditahan hingga 2 tahun atau sanksi denda hingga SGD 100.000 (Rp 1 miliar). Namun di tahun 2004, larangan tersebut dicabut karena sebagian permen karet digunakan untuk kebutuhan pengobatan gigi.

4. Ikan Fugu

(Foto: The Guardian)

Ada ribuan racun dalam ikan fugu. Racun-racun itu mematikan jika dikonsumsi. Namun di China dan Jepang, ikan fugu aman dikonsumsi asal ditangani oleh koki berlisensi. Berbeda dengan kedua negara itu, Amerika Serikat justru menerapkan peraturan lain soal konsumsi ikan ini.

Menurut Undang-undang di Amerika Serikat tahun 2002, memperdagangkan ikan fugu termasuk kegiatan ilegal. Sebab, ikan fugu mengandung racun yang lebih bahaya dari sianida.

Baca juga: 5 Makanan Indonesia Ini Terbuat dari Bahan Tak Lazim, Berani Coba?

5. Makanan Mengandung Pewarna

Ilustrasi (Foto: Indiamart)

Jika di Indonesia lazim menggunakan pewarna makanan sebagai pemanis tampilan, larangan penggunaan pewarna makanan diterapkan di lima negara di Eropa. Hal ini ditetapkan lantaran terkait dengan kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya. Penelitian lembaga standar makanan di negara-negara tersebut mengungkap bahwa banyak pewarna makanan buatan yang beredar, memicu beragam masalah kesehatan contohnya hiperaktif pada anak-anak. Lima negara yang melarang bahan ini antara lain Austria, Finlandia, Prancis, Norwegia dan Inggris.

Tim Pantau
Editor
Kontributor - SIG
Penulis
Kontributor - SIG

Berita Terkait: