Begini Kisah Miris Mantan Juara Tinju Nasional Jadi Driver Ojek Online

Headline
Dulu dipujaSuyanto mantan petinju yang menjadi driver ojek online (Pantau.com/Tommy Adi Wibowo)

Pantau.com Dulu dipuja, kini merana. Itulah
nasib mantan atlet nasional yang sudah tak lagi berlaga dunia olahraga. Seperti
yang dialami oleh Suyanto (50 tahun), mantan petinju juara nasional.



Tahun 1993 adalah masa gemilang
petinju yang punya julukan ‘Yanto de Vil La’. Dia berhasil menyabet gelar juara
tinju nasional Ad-Interim kelas bantam 53,5 kg.


Yanto menceritakan awal berkarier
di dunia tinju pada tahun 1986 lalu. Dia memutuskan hijrah dari tanah
kelahirannya di Nganjuk, Jawa Timur, ke Jakarta.


“Waktu pindah ke Jakarta
cuma pingin main aja ke rumah orangtua. Tapi di sana ada tetangga yang ternyata
adalah promotor tinju,” kata Yanto kepada Pantau.com, Selasa (9/1/2018).

“Dulu saya itu bandel,
tukang berantem. Dipikir-pikir, dari pada berantem nggak jelas, mending terima
tawaran jadi petinju. Alhamdulillah akhirnya orangtua mengizinkan jadi
petinju,” lanjutnya.


Saat jadi petinju, Yanto
mengatakan penghasilannya cukup lumayan. Bayarannya tinjunya per ronde. Jika
bertarung sampai 12 ronde, bayarannya bisa mencapai Rp900 ribu.


“Penghasilan tertinggi waktu
bertandinG ke Thailand non title. Bermain 10 ronde dibayar US$1.200,”
ujarnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Widji Ananta
Editor
Octora Anggon