Pantau Flash
KPK Ingatkan Penyelewengan Anggaran Terkait Korona Bisa Dihukum Mati
Pangeran Charles Sembuh dari Virus Korona
Mitigasi Dampak COVID-19, BI Dukung Penerbitan Perppu No 1 Tahun 2020
10.597 Warga Jabar Sudah Ikut Rapid Test, 409 Ditemukan Positif COVID-19
Di Tengah Wabah Korona, Menteri Edhy: KKP Akan Berikan Layanan Terbaik

Benarkah Obesitas Bikin Sperma Berkurang?

Benarkah Obesitas Bikin Sperma Berkurang? Ilustrasi Pria Obesitas. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Fertility and Sterility menunjukkan, jika pria yang memiliki badan gemuk akan lebih mungkin memiliki jumlah sperma yang lebih rendah daripada mereka yang memiliki berat badan normal.

Temuan tersebut membuktikan jika ternyata obesitas sangat berkaitan dengan kualitas sperma yang relatif rendah.

Sejumlah penelitian lain juga menemukan bahwa dibandingkan dengan laki-laki yang lebih ramping, pria gemuk cenderung memiliki jumlah sperma lebih rendah, sedikit sperma bergerak cepat dan sperma motil progresif, yang mengacu pada sperma yang berenang ke depan dalam garis lurus daripada bergerak tanpa tujuan.

Baca Juga: Olahraga yang Satu Ini Bisa Bikin Kamu Awet Muda Lho

Tetapi usia adalah sebuah faktor "pengganggu" dalam memeriksa hubungan antara obesitas dan kualitas sperma. Laki-laki yang lebih tua cenderung memiliki kualitas sperma lebih rendah dibandingkan laki-laki muda, dan mereka juga cenderung memiliki lebih banyak lemak tubuh.

Namun, diantara lebih dari 2 ribu laki-laki dalam studi saat ini, orang obesitas berusia antara 20 hingga 30 pada umumnya memiliki jumlah sperma lebih rendah dibandingkan laki-laki berat badan normal pada kelompok usia yang sama.

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Perempuan Suka Tampil dengan Alis Tebal

Apa semua ini berarti obesitas pada pria muda mengurangi peluang menjadi seorang ayah. Studi sejauh ini belum mengambil kesimpulan apakah obesitas benar-benar merusak kesuburan pria.

Dan temuan-temuan terbaru tidak mengungkapkan apakah perbedaan jumlah sperma antara pria obesitas dengan laki-laki berberat badan normal cukup untuk membuat perbedaan dalam kesuburan mereka.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - ANU

Berita Terkait: