Bisa Sebabkan Kelumpuhan Permanen, Kenali Virus Polio!

Headline
Ilustrasi Virus Polio. Foto : (Pinterest)

Pantau – Pemerintah kini menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) polio karena terdapat satu kasus yang ditemukan di Pidie, Aceh. Terkait hal tersebut, ada baiknya mengenal virus polio yang bisa menyebabkan kelumpuhan permanen pada orang yang menderita.

Mengutip dari situs Kemkes RI, virus Polio adalah virus yang termasuk dalam golongan Human Enterovirus yang bereplikasi di usus dan dikeluarkan melalui tinja. Virus Polio terdiri dari 3 strain yaitu strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansig), dan strain-3 (Leon), termasuk family Picornaviridae. Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron pada cornu anterior dari sumsum tulang belakang akibat infeksi virus. 

Virus polio yang ditemukan dapat berupa virus Polio vaksin/sabin,  Virus Polio liar/WPV (Wild Poliovirus) dan VDPV (Vaccine Derived Poliovirus). VDVP merupakan virus Polio vaksin/sabin yang mengalami mutasi dan dapat menyebabkan kelumpuhan.

Penyebab Polio

Melansir dari laman Alo Dokter, penyebaran virus Polio dapat terjadi melalui kontak langsung dengan tinja penderita Polio, atau melalui konsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi virus Polio. Virus ini juga dapat menyebar melalui percikan air liur ketika penderita batuk atau bersin, tetapi lebih jarang terjadi.

Virus Polio sangat mudah menyerang orang-orang yang belum mendapatkan vaksin polio, terlebih pada kondisi berikut ini:

  • Tinggal di daerah dengan sanitasi buruk atau akses air bersih yang terbatas
  • Sedang hamil
  • Memiliki daya tahan tubuh lemah, misalnya karena menderita AIDS
  • Merawat anggota keluarga yang terinfeksi virus Polio
  • Bekerja sebagai petugas kesehatan yang menangani pasien Polio
  • Melakukan perjalanan ke daerah yang pernah mengalami wabah Polio

Gejala Polio

Sebagian besar penderita Polio tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi Polio, sebab virus Polio awalnya hanya menimbulkan sedikit gejala atau bahkan tidak menimbulkan gejala sama sekali. Namun, penderitanya tetap dapat menyebarkan virus dan menyebabkan infeksi pada orang lain.

Berdasarkan gejala yang muncul, Polio dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu polio yang tidak menyebabkan kelumpuhan (nonparalisis) dan Polio yang menyebabkan kelumpuhan (paralisis). Berikut adalah gejala kedua jenis Polio tersebut:

Polio Nonparalisis

Polio nonparalisis adalah jenis polio yang tidak menyebabkan kelumpuhan. Gejalanya muncul 6–20 hari sejak terpapar virus dan bersifat ringan.

Gejala Polio nonparalisis berlangsung selama 1–10 hari dan akan menghilang dengan sendirinya. Gejala tersebut meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Radang tenggorokan
  • Muntah
  • Otot terasa lemah
  • Kaku di bagian leher dan punggung
  • Nyeri dan mati rasa di bagian lengan atau tungkai

Polio Paralisis

Polio Paralisis adalah jenis polio yang berbahaya, karena dapat menyebabkan kelumpuhan saraf tulang belakang dan otak secara permanen. Gejala awal Polio Paralisis serupa dengan Polio Nonparalisis. Namun, dalam waktu 1 minggu, akan muncul gejala berupa:

  • Hilangnya refleks tubuh
  • Ketegangan otot yang terasa nyeri
  • Tungkai atau lengan terasa lemah
Tim Pantau
Editor
Annisa Indri Lestari