Pantau Flash
Kemenpora Keluarkan Protokol Guna Perangi Wabah Virus Korona
12 Ruas Jalanan Kota Medan Resmi Ditutup Imbas Pandemi Korona
183 Jemaah Masjid Kebun Jeruk Dipindahkan ke RS Wisma Atlet
Anies Baswedan Perpanjang Tanggap Darurat Jakarta hingga 19 April
Positif COVID-19 Meningkat, 1.155 Kasus, 102 Meninggal, dan 59 Sembuh

Cara Tantri Kotak 'Jaga' Suara Saat Puasa Agar Tetap Prima

Cara Tantri Kotak 'Jaga' Suara Saat Puasa Agar Tetap Prima Tantri 'Kotak'. (Foto: Instagram/@tantisyalindri)

Pantau.com - Sebagai penyanyi memang jadi tantangan terbesar bagi Vokalis band Kotak Tantri Syahlindri di bulan Ramadhan, karena asupan minum yang terbatas membuatnya harus ekstra menjaga kualitas suara, salah satunya dengan menghindari makanan pedas.

"Kalau aku penyuka makan pedas. Jadi pas lagi bulan Ramadhan ini sebisa mungkin aku agak mengurangi makanan pedas karena sebenarnya aku takutnya malah jadi diare, dehidrasi, terus haus. Jadi ya makanan pedas ini agak dikurangin," ujar Tantri di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu yang lalu.

Baca juga: Menjadi Vokalis Band Rock, Tantri 'Kotak' Tak Pernah Takut Kehilangan Suara

Salah satu cara Tantri agar tetap terdehidrasi adalah dengan selalu berusaha meminum banyak air putih saat sahur.

"Terus juga air putih penting banget pas lagi sahur, bahkan pas lagi buka juga. Sebisa mungkin sebanyak mungkin," tuturnya.

Langkah-langkah itu juga ia ambil demi mendorong program diet kalori yang tengah ia jalankan saat ini.

"Aku lagi menjalani program diet juga yang memang agak mengurangi kalori, nasi atau karbo dan lain-lain memang dimakan, tapi hanya sedikit," jelasnya.

Baca juga: Cara Tantri 'Kotak' Ajarkan Anak Berpuasa

Sementara itu, tahun ketiga Ramadhan yang ia jalani sebagai ibu membuatnya paham betul apa yang harus dipersiapkan jelang bulan suci umat Islam, salah satunya menyiapkan kebutuhan pokok rumah tangga seperti sembako. Slain itu, tak lupa lagi-lagi kesiapan mentalnya untuk mempersiapkan kebutuhan anak dan suami.

"Kalau kebiasaan sih hampir mirip dengan ibu lain. Siapin sembako, kalau masuk Ramadhan pasti mahal. Persiapin mental juga, pasti istirahat berkurang. Biasanya bangun subuh, nah ini bangunnya dari jam dua," ungkapnya.

"Siapin semuanya lebih ke mental, persiapan khusus lebih kepada Kara sudah tiga tahun, aku siapin anak. Ini tiba-tiba bangun, temenin Kara sampai bangun, sampai melek. Biasanya abis bangun, nemenin Kara sampai pagi," tutupnya.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Rifeni
Reporter
Dini Afrianti Efendi

Berita Terkait: