China akan Ambil Kalimantan jika Indonesia Tidak Segera Bayar Utang, Cek Faktanya

Headline
Peringatan dari China kepada Indonesia untuk segera membayar utang merebak di media sosial. Jika tidak, maka Pulau Kalimantan akan diambil alih oleh China. (turnbackhoax.id)Peringatan dari China kepada Indonesia untuk segera membayar utang merebak di media sosial. Jika tidak, maka Pulau Kalimantan akan diambil alih oleh China. (turnbackhoax.id)

Pantau – Isu pemberitahuan dari China kepada Indonesia untuk segera membayar utang merebak di media sosial. Jika tidak, maka Pulau Kalimantan akan diambil alih oleh China.

Akun Facebook PDIP – Partai Deception Indonesia Perjuangan menampilkan sebuah video laki-laki berwajah seperti orang China yang mengklaim bahwa itu kalimat yang diucapkan sebagai peringatan dari China kepada Indonesia untuk segera membayar utang.

Ditambahkan lagi bahwa jika Indonesia tidak segera membayar utang, maka Pulau Kalimantan akan diambil alih oleh China.

Penjelasan

Namun setelah melakukan penelusuran terkait kebenaran video ini, dilansir turnbackhoax.id, Senin, 16 Mei 2022, didapati fakta bahwa klaim dari akun Facebook tersebut merupakan hoaks. Video yang disebarkan itu telah diedit dari video aslinya.

Video laki-laki di dalam video tersebut merupakan sebuah video populer dari aplikasi Tiongkok bernama Kuashio. Orang di dalam video memiliki nama panggilan “Ollie to Uncle” yang diberikan oleh netizen media sosial tersebut.

Dalam video aslinya, Ollie mengucapkan kalimat, “Apa pun kesulitan yang kita hadapi, jangan takut, hadapi dengan senyuman! Cara terbaik untuk menghilangkan rasa takut adalah dengan menghadapinya. ketakutan! Ketekunan adalah kemenangan! Ayo! Ollie!”

Jadi tidak ada kalimat yang menyatakan bahwa Indonesia harus segera membayar utang atau tentang pengambilalihan Pulau Kalimantan oleh China.

Kesimpulan

Oleh karena itu, disimpulkan bahwa video yang diklaim sebagai video peringatan dari China kepada Indonesia untuk segera membayar utang, merupakan video editan dan termasuk hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.

Tim Pantau
Editor
Bana