Pantau Flash
Kepanikan Akibat Korona Mereda, BI: Modal Asing Mulai Masuk
Seluruh Atlet PBSI Negatif COVID-19 Usai Jalani Rapid Test
Pegadaian Ajak Masyarakat untuk Gunakan Transaksi Digital
17.534 Orang di Jakarta Sudah Rapid Test, 282 Dinyatakan Positif COVID-19
Kapolri: Kami Siap Laksanakan Pembatasan Sosial Skala Besar

Curhatan Mahasiswa Abadi di Australia yang Habiskan 11 Tahun Untuk Gelar S1

Curhatan Mahasiswa Abadi di Australia yang Habiskan 11 Tahun Untuk Gelar S1 ilustrasi (foto: pixabay)

Pantau.com - Sebutan mahasiswa abadi biasanya disematkan kepada mahasiswa yang masa kuliahnya lebih dari empat tahun. Alih-alih terlalu lama kuliah, mahasiswa abadi kerap terancam drop out dari pihak kampus.

Tapi ada seorang mahasiswa di kampus University of Melbourne, Australia yang menghabiskan waktunya hingga 11 tahun untuk mendapat gelar strata 1 atau S1. Kurang abadi apa mahasiswa itu!

Mengutip dari salah satu media daring di Australia, mahasiswa abadi itu diketahui seorang pria berusia 29 tahun. Selama 11 tahun kuliah itu, ia selalu ganti-ganti jurusan. Hingga pada Agustus 2018 lalu, pria tersebut masih kuliah jenjang S1 dengan jurusan kimia.

Baca juga: Video Kocak! Seorang Pelajar Tertidur Pulas di Tengah Lapangan Usai Upacara

Ia mengawali kisah perkuliahannya pada 2007 dengan mengambil program double degree bisnis/sains. Ia mengaku lebih menyukai jurusan sains daripada bisnis.

"Sebenarnya saya tidak begitu kepingin kuliah sih. Tapi mau bagaimana lagi? Apa jadinya kalau enggak kuliah? Waktu itu, orang banyak yang sukses dari internet. Berhubung saya suka IT, saya sempat berencana membuat situs web. Saya bakalan keluar kuliah kalau sudah kaya. Tapi saya langsung sadar kalau itu enggak akan terjadi," ceritanya.

Ia kemudian memilih keluar dari jurusan itu karena jarang masuk kelas dan kesulitan menuntaskan pelajaran. Ia beralih ke jurusan lain selama tiga tahun. Tapi kembali tidak menyelesaikan kuliahnya.

Ia pun memilih untuk beristirahat beberapa waktu untuk tidak melanjutkan kuliah. Hingga akhirnya memutuskan kembali kuliah jurusan kimia yang saat ini dijalaninya. Ia enggan menyebut kuliahnya saat ini lebih lebih lancar dari sebelumnya.

"Dosen dan kampus kayaknya sudah masa bodoh. Saya pernah menghadiri pertemuan Unsatisfactory Progress dan disidang karena dianggap tidak becus kuliah. Proses sidangnya benar-benar memalukan," ucapnya.

Baca juga: Film 'Koboy Kampus' Ceritakan Kisah Mahasiswa 'Abadi' di Era 90-an

Malu dirasanya setiap kali menyaksikan teman-teman seangkatannya yang berhasil lulus kuliah dan mulai bekerja. "Sepertinya saya bisa seperti ini karena enggak punya gambaran mau jadi apa nanti. Saya mencoba nikmati saja, meskipun suka malu. Orang tua juga kadang menyindir soal ini, tapi saya tidak pernah menyesali ini," katanya.

Ia mengaku sering memikirkan dirinya yang terlalu lama menyelesaikan kuliah. Tapi, ia merasa tidak bodoh. Hanya saja kurang serius belajar hingga membuatnya lambat selesaikan kuliah.

Ibunya bahkan sempat khawatir dengan kondisi tersebut. Meski begitu, ibunya tetap bersyukur jika dirinya tetap lanjut berkuliah.

"Saat kuliah, saya tahu apa yang harus dilakukan. Saya enggak tahu bakalan seperti apa nanti setelah lulus. Saya suka bekerja sendiri dan sering jadi programmer lepas. Rasanya lebih bebas. Saat ini, saya sedang membuat situs web untuk pelajar. Semoga saja proyeknya sukses," pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: