Pantau Flash
Bus PO Sudiro Tungga Jaya Terbakar di Ruas Tol Semarang-Solo
Pemkab Garut Salurkan Bantuan Uang untuk Rumah Terendam Banjir
Disiplin Prokes Masih Jadi Satu Cara Cegah Varian COVID-19
Polri Terbitkan Perpol Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK
Penerima Vaksin Lengkap Capai 98,046 Juta Jiwa Penduduk Indonesia

Deddy Corbuzier Emosi, Konten YouTube-nya Dicuri Sebuah Perusahaan

Deddy Corbuzier Emosi, Konten YouTube-nya Dicuri Sebuah Perusahaan Deddy Corbuzier. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Deddy Corbuzier emosi dan kesal, pasalnya konten YouTube-nya dicuri oleh perusahaan Wave Suara dan dimasukkan ke akun Spotify mereka.

Ditemui di kawasan Senayan City, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020), Deddy pun menceritakan permasalahan yang tengah dihadapinya itu.

"Saya rasa itu company dari Vietnam kalau nggak salah. Tapi buat di Indonesia dan beberapa bulan yang lalu saya juga baru tahu sempat dihubungi manajer saya untuk membeli konten saya," tutur Deddy.

Baca juga: Fahri Hamzah Blak-blakan di YouTube Deddy Corbuzier, KPK Klarifikasi

Deddy juga menjelaskan jika sebenarnya perusahaan tersebut memang telah meminta kerja sama dengannya untuk project podcast. Namun, ia pun menolak lantaran memang tak ingin menjalankannya.

Apalagi dikatakan ayah satu orang anak ini, mereka meminta permintaan kerjasama setelah satu bulan mencatut konten milik Deddy.

"Jadi mau beli. Terus saya tidak deal dengan mereka. Tidak terjadi kesepakatan deal antara manajemen saya dengan mereka. Akan tetapi, mereka mengontak manajemen saya itu setelah mereka nge-publish konten saya. Setelah satu bulan. Jadi di-publish dulu baru nego. Itu saja sudah salah. Pada saat nego, saya tidak menyetujui, jadi saya bilang 'oh nggak deh dari harga nggak bisa, dari apa, dari apa' gitu kan. Tapi ternyata kontennya terus di-upload, jelas Deddy.

Pihak manajemen Deddy sendiri, memang telah menegur dan meminta pertanggungjawaban. Deddy juga telah mencoba untuk melakukan komunikasi melalui direct messages Instagram.

Baca juga: Beli Mobil Tesla, Deddy Corbuzier: Rasanya Kaya Nyetir Smartphone

Pihak Wave Suara diakui telah meminta maaf dan menghapus beberapa konten.

"Sampai manajemen saya negor lagi 'ini pencurian nih, kenapa tidak disetop', mereka mengatakan 'oh iya maaf', terus mereka mengatakan mereka hapus. Tapi ternyata buktinya masih ada gitu, dan pertanyaan saya tidak pernah terjawab," lanjut Deddy.

Atas masalah yang menimpanya tersebut, Deddy pun mengaku mengalami beberapa kerugiaan.

"Kerugiannya gini, pertama kalau kita bicara uang, artinya dia men-demonetize saya punya YouTube. Karena kan penonton yang tadinya ke YouTube jadi keambil ke sana. Kalau saya mau bicara uang. Jadi artinya dia merugikan saya dalam jumlah nominal, penonton saya jadi berkurang karena sekarang platformnya ada di dia juga. Itu satu," tuturnya.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Kontributor - RYN

Berita Terkait: