Pantau Flash
Alami Pneumonia Akibat Korona, Musisi jazz Ellis Marsalis Meninggal Dunia
WP KPK Tolak Wacana Pembebasan Napi Koruptor Dampak Pandemi Korona
Penanganan COVID-19 di Jakarta Disebut Lebih Baik dari Jabar dan Banten
PSI pada Jokowi: Mudik Harus Dilarang, Kalau Imbauan Saja Tak Akan Efektif
Update COVID-19 3 April: 1.986 Kasus Positif, 134 Sembuh, 181 Meninggal

Di India Ada Kafe yang Gunakan Sampah Plastik Sebagai Alat Pembayaran

Di India Ada Kafe yang Gunakan Sampah Plastik Sebagai Alat Pembayaran Ilustrasi restoran (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Miris dengan membludaknya sampah di India perusahaan Ambikapur Municipal Corporatio (AMC) di Chattisgarh, India membuat 'Garbage Cafe' atau kafe sampah pertama di India. Pengunjungnya hanya perlu membawa sampah plastik sebagai alat pembayaran.

Inovasi tersebut akhirnya membawa negara bagian India itu menjadi kota terbersih kedua di India. Program itu secara efektif menuntaskan dua permasalahan sekaligus, masalah kelaparan dan sampah plastik di India.

Baca juga: Sampah Plastik di Jawa Barat Akan Disulap Jadi Biodiesel

Gagasan ini tidak hanya efektif mengumpulkan sampah, tapi juga bermanfaat bagi para tunawisma atau orang yang tidak mampu.

Ide pertama kalinya dicetuskan Walikota Ambikapur, Ajay Tirkey yang mengeluarkan anggaran kota sebesar 5,5 lakh untuk memulai program ini. Garbage Cafe sendiri berada dibawah tanggung jawab 'Swachh Bharat Abhiyan' atau sejenis komunitas pecinta lingkungan di India dan berencana membangun jalan mengunakan sampah plastik. 

Kafe ini berlokasi di dekat halte bus Ambikapur. Para pengurus juga mengklaim mereka hanya menggunakan budget yang sedikit untuk membuat program inovatif ini. Rencananya Pengembangan Konstituensi MLA dan Skema Pengembangan Area Lokal MP juga akan menambahkan dananya untuk kelancaran program.

Cukup membawa setengah hingga 1 kilogram sampah plastik mereka sudah bisa membawa pulang makanan gratis. Setengah kilogram imbalannya makanan untuk sarapan dan 1 kilogram mendapat paket makan lengkap.  

Sampah yang terkumpul nantinya akan dijual ke Manajemen Sumber Daya Padat dan Cair (SLRM), yang akan mengeluarkan kupon makanan gratis kepada pengumpul sampah.  Kupon dapat digunakan untuk makanan gratis di kantin. 

Baca juga: Menteri Susi Ancam "Tenggelamkan" Pembuang Sampah Plastik ke Laut

Setelah sampah plastik dikumpulkan, limbah tersebut akan didaur ulang di pabriknya masing-masing yang kemudian akan dikonversi menjadi butiran untuk dijual. Menurut Walikota Ajay Tirkey butiran plastik dan kertas daur ulang bisa mencapai 12 lakh dalam sebulan.

Saat berbicara dengan media, walikota Ajay Tirkey mengatakan, butiran plastik daur ulang dan kertas daur ulang bisa mencapai 12 lakh sebulan.  

Tim Pantau
Sumber Berita
Boldsky.com
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Dini Afrianti Efendi

Berita Terkait: