Pantau Flash
Dokter Paru RS Persahabatan: Klorokuin Bukan Obat Pencegahan COVID-19
KPK Ingatkan Penyelewengan Anggaran Terkait Korona Bisa Dihukum Mati
Pangeran Charles Sembuh dari Virus Korona
Mitigasi Dampak COVID-19, BI Dukung Penerbitan Perppu No 1 Tahun 2020
10.597 Warga Jabar Sudah Ikut Rapid Test, 409 Ditemukan Positif COVID-19

Dinilai Terlalu Banyak Adegan Porno, Film 'Hustlers' Dilarang di Malaysia

Dinilai Terlalu Banyak Adegan Porno, Film 'Hustlers' Dilarang di Malaysia Film Hustlers (Foto: YouTube)

Pantau.com - Malaysia melarang penayangan 'Hustlers', film yang dibintangi aktris dan penyanyi terkenal Jennifer Lopez, yang mengisahkan sekelompok penari telanjang yang menipu klien mereka dengan melakukan pembiusan.

Baca juga: Ulang Tahun ke-50, Jennifer Lopez akan Rayakan dengan Mengukir Sejarah?

Pemerintah Malaysia dituduh oleh para kritikus seni sebagai negara yang terlalu protektif dan selalu bersinggungan dengan pilihan individu (nanny state) karena sikap yang konservatif terhadap film-film yang bisa ditayangkan di Negeri Jiran itu.

Pada Agustus 2019, Dewan Sensor Film (LPF) Malaysia menghapuskan adegan seks sejenis pada film 'Rocketman', sebuah film yang berdasarkan kisah penyanyi Inggris, Elton John.

Larangan tayang terhadap 'Hustlers' diumumkan melalui media sosial Kamis malam waktu setempat oleh distributor lokal film Square Box Pictures, seperti dilaporkan Reuters.

Tidak ada alasan pelarangan penayangan yang djelaskan oleh distributor. Namun LPS mengatakan 'Hustlers' dikemas dengan begitu banyak konten pornografi sehingga tidak akan ada cuplikan film yang tersisa, setelah LPF menyensor adegan film yang diperlukan, menurut laporan oleh Kantor Berita AFP.

Baca juga: Wow! Harga Cincin Tunangan J.lo Capai Rp14,3 Miliar

'Hustlers' terinspirasi oleh kisah nyata Samantha Barbash dan tiga kawan Barbash yang mencuri setidaknya 200 ribu dolar AS dari pria yang telah mereka bius. Film ini telah menghasilkan 30 juta dolar AS dari pemutaran film di bioskop-bioskkop Amerika Utara pada peluncurannya akhir pekan lalu.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: