Pantau Flash
Kementan-Kemendag Satu Suara Soal Relaksasi Bawang Putih dan Bombai
Manchester City Tawarkan Etihad Stadium Jadi Markas Tim Medis COVID-19
MPU: Hoax Itu adalah Dosa Besar!
7 Siswa Lemdikpol Polri di Sukabumi Dinyatakan Positif Korona
Pesawat Lionair Misi Medis Meledak di Filipina, Seluruh Penumpang Tewas

Duh, Terlalu Lama Menyetir Bisa Membuat Otak 'Lemot'

Duh, Terlalu Lama Menyetir Bisa Membuat Otak 'Lemot' Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com -  Bagi Anda yang tinggal di Jakarta, menyetir berjam-jam sudah biasa apalagi saat harus menghadapi kemacetan. Hal itu tak bisa dihindari, dan mungkin saja menjadi rutinitas hampir setiap hari yang dilakukan.

Dalam kondisi macet, mau tidak mau kamu terpaksa mengendarai mobil berjam-jam saat berangkat ke tempat kerja dan pulang ke rumah.

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Eksotis di Kalimantan, Bikin Gak Mau Pulang!

Tapi tahukah Anda rutinitas tersebut ternyata bisa berdampak buruk bagi keehatan?

Peneliti menyebut, salah satu dampak menghabiskan waktu terlalu lama menyetir mobil dapat mengurangi kecerdasan. Periset telah menemukan bahwa kekuatan otak turun lebih cepat pada orang paruh baya yang melaju jauh setiap hari.

"Kami tahu bahwa mengemudi secara teratur selama lebih dari dua sampai tiga jam sehari itu buruk bagi jantung. Penelitian ini menunjukkan bahwa ini juga buruk bagi otak Anda, mungkin karena pikiran Anda kurang aktif pada jam-jam itu," kata Kishan Bakrania, dari Universitas Leicester di Inggris.

Selama penelitian, periset mempelajari gaya hidup lebih dari 500.000 orang Inggris berusia 37-73 selama lima tahun, di mana mereka mengambil tes kecerdasan dan ingatan.

Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa 93.000 orang yang berkendara lebih dari dua sampai tiga jam sehari biasanya memiliki kemampuan otak yang lebih rendah.

Baca juga: Ternyata, Meja Kerja Lebih Jorok Dibandingkan Toilet Duduk! Ini Alasannya

Selama lima tahun berikutnya, kekuatan otak mereka terus menurun lebih cepat daripada orang-orang yang tidak banyak mengemudi atau tidak sama sekali.

"Penurunan kognitif bisa terukur selama lima tahun karena bisa terjadi dengan cepat pada orang berusia lanjut setengah baya. Hal ini terkait dengan faktor gaya hidup seperti merokok dan pola makan yang buruk, dan sekarang dengan waktu yang dihabiskan untuk mengemudi," tambah Bakrania.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: