Pantau Flash
Pemerintah Anggarkan Rp2 Triliun untuk Bayar Utang ke Guru dan Dosen Agama
36 Pegawai Kedeputian Penindakan KPK Positif COVID-19
Pos Penyekatan di Jembatan Suramadu Resmi Ditiadakan
Perhatian! Warga dengan KTP Non DKI Jakarta Bisa Ikut Vaksinasi COVID-19
Warga Jakarta Waspada, RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran Nyaris Penuh

Fakta di Balik Puasa Syawal yang Penuh Limpahan Pahala

Fakta di Balik Puasa Syawal yang Penuh Limpahan Pahala Ilustrasi beribadah. (Pixabay)

Pantau.com - Setelah menjalani sebulan penuh berpuasa, maka wajib hukumnya umat islam merayakan dengan sukacita dan berbagi makanan di hari raya Idul Fitri.

Selepas itu disunnahkan kembali menahan diri dengan menjalani ibadah puasa syawal.

Mengutip karya tulis M.Syukron Maksum 'Kedahsyatan Puasa' 2009, terbitan Marwa, Pantau.com merangkum lima manfaat dan balasan pahala yang didapat selama menjalani ibadah puasa syawal.

1. Ibarat berpuasa selama satu tahun

Jika berpuasa selama satu bulan penuh ramadhan, maka satu hari puasa ibarat berpuasa 30 hari, maka jika satu bulan berpuasa 300 hari.

Saat ditambah menjalani ibadah puasa di bulan syawal selama 6 hari, maka menjadi 360 hari berpuasa setara jumlah hari dalam setahun.

Baca juga: Mengenal Perayaan Idul Fitri di Negara Muslim

2. Ibarat puasa sepanjang masa

Menurut Syukron, pandangan ini sebagaimana yang pernah disampaikan nabi Muhammad SAW tentang puasa, dan diriwayatkan Muslim serta beberapa ahli hadits lainnya.

"Siapa yang berpuasa bulan Ramadhan kemudian diikutinya dengan enam hari Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang masa,

3. Boleh berturut-turut boleh tidak 

Disebutkan Syukron, karena ada perbedaan pendapat di tengah umat islam dimana puasa syawal harus berturut-turut dan boleh juga tidak. Namun menurut Imam Ahmad hal itu dibebaskan boleh berturut-turut atau acak.

Sedangkan menurut Imam Hanafi dan Imam Syafi'i, lebih baik dilakukan setelah idul fitri secara berturut-turut, dua hari usai pelaksaan hari raya.

Baca juga: 5 Tanda Seseorang Berhasil Meraih Malam Lailatul Qadar

4. Jadi pembatas dari perayaan berlebihan 

Sudah bukan hal aneh saat perayaan idul fitri umat islam sangat bersukacita, bahkan diwajibkan tersenyum pada hari itu, tapi seringkali kita kebablasan bahkan cenderung berlebihan, seperti dilanjut jalan-jalan atau bermewah-mewahan, padahal hal itu tidak disarankan, karena Allah tidak menyukai segala sesuatu yang berlebihan.

5. Niat puasa syawal

Niatnya cukup mudah misalnya dengan bahasa indonesia: "Saya niat puasa bulan Syawal, sunnah karena Allah ta'ala."

Banyak terjadi kegalauan, khususnya untuk wanita yang memiliki 'hutang' puasa ramadhan yang wajib dikerjakan, lebih dulu mana? jelas jawabannya membayar hutang puasa wajib, karena puasa Syawal adalah sunnah.

Jika puasa dilakukan pada saat bulan syawal niatkan untuk keduanya (bayar hutang puasa dan puasa syawal), maka secara tidak langsung kedua amalan di dapat.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Reporter
Dini Afrianti Efendi

Berita Terkait: